Tafakur Di Bulan Penuh Berkah

198

Oleh: H.Nanang Hidayat*

Mentafakuri keberadaan dan kebesaran Allah Swt dilakukan melalui ayat-ayat (tanda-tanda) yang diberikan-Nya, yaitu melalui ayat-ayat Qauniyah/Kauniyah dan ayat-ayat Qauliyah/Kauliyah. Tafakur dengan memperhatikan ayat-ayat Qauniyah yaitu mentafakuri kebesaran Allah Swt melalui ciptaan-Nya, bumi, langit, alam semesta secara keseluruhan, dengan segala keteraturannya, setiap benda angkasa (dalam bahasa agama Islam semuanya disebut makhluk) beredar secara teratur, taat menjalankan fungsinya, tidak bertabrakan satu sama lain.

alquran muasir

Cara lain bisa kita dengan mentafakuri yang ada di bumi ini, darat, laut, angkasa, isi bumi dan seterusnya, yang ini disediakan Allah Swt utk dimanfaatkan manusia. Atau kita turun lagi mentafakuri fisik manusia, ada jantung yang berdenyut, ada darah yang tak berhenti mengalir, kaki yang bisa melangkah, tangan yang bisa dimanfaatkan, dan terutama otak yang mempunyai kemampuan yang dahsyat dan sebagainya.

Dari tafakur ini timbul keyakinan akan adanya Allah Swt dengan Semua Sifat ke-Maha-an-Nya,Yang Maha Pencipta dan Mengatur, yang menciptakan semua dengan segala keteraturan, karena mustahil semua itu bisa ada dan berfungsi jika tidak ada pencipta dan pengatur

Tafakur Qauliyah adalah bertafakur/berfikir tentang segala Ke Maha-an Allah Swt melalui ayat-ayat yang difirmankan-Nya dalam Al Qur’an, disana ada firman yang bersifat perintah, larangan, berita gembira (Basyiroo), peringatan/nadziraa, berita-berita tentang umat terdahulu agar jadi peringatan/pelajaran dan sebagainya.

kalender

Bagaimana caranya kita mentafakuri ayat Qauliyah ini :

  1. Mengimani bahwa Al Qur’an adalah firman Allah Swt.
  2. Membacanya.
  3. Memahaminya.
  4. Berinteraksi dengan Qur’an dalam arti apa yang kita lakukan selalu merujuk Al Qur’an.
  5. (kalau bisa) Mendakwahkannya.
  6. Berupaya menegakkan hukum Al Qur’an, semampunya.

Tujuan tafakur baik quaniyah ataupun qauliyah adalah memupuk, membangkitkan, meningkatkan, memelihara kesadaran bahwa manusia diciptakan Allah Swt utk beribadah kepada-Nya sbgmana difirmankan  dalam QS Adz Dzariyat ayat 56 “Dan Aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah/ beribadah kepada-Ku

Bagaimana agar bisa menyembah/beribadah sesuai dengan perintah-Nya dan mengikuti contoh Rasul-Nya, semua harus dengan ilmu, dengan cara bertafakur sesuai dengan Firman Allah dlm Al Qur’an, dan sunnah Rasul-Nya.

Bumi dan segala isinya baik yang ada di permukaan, di lautan, di dalam perut bumi, di angkasa, semuanya diperuntukkan Allah Swt untuk manusia, karena Bani Adam diamanati menjadi Khalifah fil ardh, mempunyai kewajiban untuk memakmurkannya. Bagaimana agar bisa mengemban amanat tersebut, ya harus dengan ilmu, tidak bisa isi perut bumi seperti, minyak bumi, batu bara, emas perak dsb dapat dimanfaatkan tanpa ilmu yang memadai.

Jadi kewajiban bertafakur ini harus dengan ilmu, ilmu itu semua berasal dari Allah Swt, dan semua dibutuhkan untuk mengemban kewajiban menyembah/beribadah kepada Allah dan memakmurkan bumi. Ujung dari tafakur adalah kita makin tahu dan sadar apa yang harus diperbuat agar dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt, ilmu yang dimiliki dijadikan media untuk taqarrub, bukan untuk berbuat sesuatu yang dilaknat Allah Swt.

Simaklah begitu banyak ayat Al Qur’an yang mengabarkan orang beriman kemudian beramal salih, kemudian Allah akan memberkan balasan atas keimanan dan amal salihnya tersebut. Yang lengkap adalah kedua-duanya, yaitu bertafakur melalui ayat-ayat Qauniyah dan bertafakur melalui ayat-ayat Qauliah. Wallahu ‘alam. [ ]

 

*Penulis adalah Ketua LAZIS Zakatel Citra Caraka dan pegiat sosial.

 H.Nanang Hidayat

 

Editor: iman

Ilustrasi foto:pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisan  ke email: redaksi@percikaniman.id atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment