Saat Bepergian, Lebih Baik Shaum Apa Berbuka?

macet

Mana yang lebih baik ketika bepergian, shaum atau berbuka? Mohon dijelaskan, Ustadz.

 

Jawaban pertanyaan yang diajukan ini dijelaskan dalam Al-Quran.

alquran muasir

“(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 184)

Berdasarkan ayat di atas, bepergian menjadi sebab bolehnya kita buka shaum dengan syarat menggantinya (qadha) di kemudian hari. Namun demikian, tidak menjadi masalah untuk tetap melanjutkan shaum jika masih memungkinkan, bahkan boleh jadi itu lebih baik untuk menjaga nilai-nilai Ramadhan bagi yang bersangkutan.

Rasulullah Saw. pernah bersabda: “Dari Aisyah ia berkata, Hamzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah Saw., ‘Dalam safar kadang aku berbuka dan kadang berpuasa?’ lalu Rasulullah Saw. bersabda: ‘Jika mau kamu boleh berpuasa dan jika mau kamu boleh berbuka.’” (H.R. Ibnu Majah)

kalender

Mengenai jarak perjalanan ketika safar, belum ditemukan riwayat yang merinci hal tersebut. Oleh karena itu, selama yang kita lakukan itu adalah sebuah perjalanan (safar), maka kita diperbolehkan untuk berbuka. Adapun teknis berbuka shaum ketika safar adalah boleh dilakukan ketika dalam perjalanan atau boleh juga dilakukan sebelum melakukan perjalanan. Kalaupun setelah berbuka perjalanan yang dimaksud urung dilakukan, maka semua itu tidaklah menjadi masalah selama tidak lupa meng-qadha-nya. Wallahu a’lam.

***

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment