Inilah Alasan Kenapa Amalan Wakaf Sangat Dianjurkan

wakaf

DALAM beramal saleh, banyak cara yang dapat kita lakukan. Salah satunya adalah dengan cara menafkahkan sebagian harta yang kita miliki di jalan Allah SWT.  Di antara sekian banyak cara menafkahkan harta, wakaf adalah salah satu cara yang patut kita pertimbangkan karena beberapa keistimewaannya.

Mengapa wakaf patut menjadi pilihan? Para ulama sepakat bahwa ibadah ini termasuk dalam infaq fi sabilillah. Dasar yang digunakan para ulama dalam menerangkan konsep wakaf ini didasarkan pada keumuman ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang infaq fi sabilillah. Di antara ayat-ayat tersebut antara lain:

alquran muasir

“Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. al-Baqarah (2): 267)

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai.” (Q.S. Ali Imran (3): 92)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah (2): 261)

kalender

Dari ayat-ayat tersebut di atas jelas bahwa menginfakkan harta sangat dianjurkan demi mendapatkan pahala dan kebaikan. Di samping itu, ayat 261 surat al-Baqarah telah menyebutkan, pahala yang berlipat ganda yang akan diperoleh orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Dalam sebuah hadits, diterangkan pula bahwa Rasul Saw bersabda :

Apabila mati anak Adam, terputuslah amalannya kecuali tiga hal: shadaqah jariyah, atau ilmu yang bisa dimanfaatkan (setelahnya), atau anak shalih yang mendo’akan orang tuanya. (HR. Muslim kitab al-Wasiyat 3/1255, Tirmidzi dalam bab fi al-Waqf, Abu Dawud 2/106, dan Ahmad dalam Musnad-nya 2/372).

Hadits tersebut, dalam lafazh “shadaqah jariyah” sifatnya umum,  mencakup segala shadaqah yang manfaatnya terus berjalan seperti wakaf, wasiat, sedekah, dan sebagainya.

Khusus mengenai masalah wakaf, ada beberapa dalil yang berkaitan dengannya secara khusus seperti hadits berikut :

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah mendapatkan (harta rampasan perang berupa) tanah di negeri Khaibar kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu, datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta pendapat beliau tentang harta tersebut. Umar radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendapatkan harta rampasan perang yang belum pernah aku dapatkan yang lebih berharga daripada tanah di negeri Khaibar ini, maka apa yang engkau perintahkan kepadaku dalam perkara ini?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Kalau engkau mau, engkau wakafkan tanah itu, dan engkau sedekahkan (manfaat/kegunaan) tanah itu, sehingga tidak boleh dijual (tanah) itu, tidak boleh dibeli (oleh orang lain), tidak boleh dihibahkan, dan tidak boleh diwariskan.”

Atas dasar hadits-hadits tersebut, kita mengetahui bahwa hukum asal wakaf adalah sunnah apabila dengan niat mencari pahala dari Allah SWT. Akan tetapi, suatu ketika wakaf hukumnya bisa berubah sesuai dengan niatnya, karena setiap amalan tergantung pada niatnya.

Keutamaan wakaf

Setiap amal yang dikerjakan sewaktu kita hidup di dunia akan menjadi catatan untuk kita petik manfaatnya di akhirat. Namun, banyak amal saleh yang hanya bisa dilakukan ketika kita masih hidup di dunia, setelah kita meninggal tidak bisa lagi melakukannya. Sebut saja misalnya sholat, puasa, zakat, haji dll. Hanya bisa dilakukan dan menjadi manfaat ketika kita masih hidup. Dan setelah kita meninggal, pahala yang kita bawa ke alam akhirat adalah yang pernah kita lakukan ketika hidup di dunia

Puaskah kita dengan hanya membawa bekal pahala amal sholeh yang pernah kita lakukan sewaktu hidup di dunia? Pernahkah kita berfikir mendapatkan kiriman pahala amal saleh lainnya walaupun kita sudah meninggal dunia?

Sekecil apapun kiriman pahala akan sangat kita harapkan di saat kita sudah meninggal kelak untuk menyelamatkan kita dari azabNya. Itulah pahala amal jariyah dalam bentuk wakaf menjadi salah satu amal sholeh yang kita tunggu kiriman pahalanya walaupun kita sudah wafat.  Karena wakaf bisa menjadi investasi akhirat yang terus memberikan manfaat selamanya walaupun kita sudah meninggal dunia

Jika di awal, wakaf yang kita berikan manfaatnya kembali ke orang yang berwakaf, maka manfaat lainnya mengapa kita harus wakaf adalah :

– Wakaf mampu mewujudkan manfaat untuk kemaslahatan umat yang terus menerus mengalir selama bumi masih ada.

– Wakaf mampu menjawab permasalahan umat dalam bidang pendidikan yaitu dengan memberikan pendidikan gratis dan berkualitas

– Wakaf mampu menjawab permasalahan umat dalam bidang kesehatan yaitu memberikan pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas

– Wakaf mampu menjawab permasalahan umat dengan membangun sarana dan prasarana lapangan kerja sehingga tingkat pengangguran jauh berkurang

– Wakaf mampu membangun lembaga-lembaga informal seperti kursus dengan tujuan meningkatkan skill umat sehingga dapat bersaing di dunia kerja

– Wakaf mampu membangun sarana transportasi untuk umum sehingga dampaknya akan meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan umat

–  Wakaf mampu membangun masjid sebagai sarana ibadah umat Islam dengan pengelolaan yang profesional sehingga bisa menjadi pusat pembinaan umat

Dengan kata lain, karena sifat wakaf yang abadi dan terus berkembang maka wakaf mampu menjawab semua permasalahan umat apapun bentuknya

Oleh sebab itu, maukah kita menjadi orang yang mengambil bagian untuk dapat menata hari akhirat sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan umat? Jadi, berwakaflah sehingga kita dapat membantu menyelesaikan permasalahan umat yang ada.

(dari berbagai sumber)

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah