Agar Terhindar Dari Musibah dan Kesedihan

189

Bencana alam merupakan fenomena alam yang terjadi karena adanya aktivitas fisik dari berbagai benda-benda di alam. Lalu, bagaimana mungkin terjadinya bencana alam dikaitkan dengan moralitas, kemaksiatan, kesyirikan, hal-hal yang bukan aktivitas fisik, bahkan abstrak? Bagi sebagian orang, ini adalah hal yang mudah. Namun, bagi sebagian lagi, ini menjadi hal yang sulit dicerna akal.

Mungkinkah bencana dahsyat yang datang silih berganti ke negeri bergelar Zamrud Khatulistiwa dalam beberapa tahun terakhir ini adalah isyarat untuk para elit negara? Semua itu pertanda alam yang memperingatkan para elit negara dan para elit ekonomi-politik. Isyarat alam yang terus meluncurkan bencana itu amat nyata sekali. Belum lagi bencana kecil lain yang tidak terhitung jumlahnya disebabkan oleh alam. Juga bencana yang disebabkan oleh manusia, seperti penebangan hutan secara liar, teror bom, maksiat yang merajalela, juga bencana jual beli hukum serta bencana korupsi yang semakin menambah parah kondisi negeri ini. Allah Swt. berfirman

alquran muasir

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kepada jalan yang benar” (Q.S. Ar-ruum (30): 41).

Dalam ayat ini, Allah ingin menyadarkan manusia bahwa kerusakan yang terjadi, baik di daratan atau di lautan yang dampak negatifnya dirasakan oleh manusia, disebabkan oleh ulah dan tingkah manusia sendiri yang tidak mengindahkan jalan yang benar (aturan-aturan) Allah Swt. yang telah memberi mandat khilafah kepada kita di muka bumi ini.

Paling tidak ada dua dampak serius ketika pengelolaan bumi sudah tidak lagi mengindahkan aturan pakai yang telah ditetapkan oleh Penciptanya. Pertama, kerancuan dan kekacauan yang berdampak pada kerusakan di sana-sini. Kedua, murka dan amarah Allah sebagai Pencipta sekaligus Pemberi amanah yang telah dikhianati oleh manusia (khalifah-Nya). Dan, manusialah yang paling merasakan kedua dampak tersebut.

kalender

Hanya dengan kembali dan berpegang teguh kepada Al-Islam secara utuh dan menyeluruh, segala permasalahan hidup dan kehidupan akan mendapatkan bimbingan dan solusinya. Sebaliknya, berpaling dari aturan Allah (Al-Islam) hanya akan menambah kesempitan dan kesulitan dalam hidup. Allah berfirman

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada hari kiamat dalam keadaan buta” (Q.S. Thaahaa [20]: 124).

Bagi yang mengerti ilmu hikmah, sebenarnya ini suatu pertanda bahwa negeri ini sebenarnya banyak masalah, mulai dari masalah korupsi-kolusi sampai perusakan lingkungan dan pembalakan liar yang harus segera dituntaskan. Bencana juga dilihat sebagai banyaknya dosa dari bangsa kita, terutama dari para elit negara dan penguasa. Karena itu, semua elit dan penguasa serta rakyat harus instrospeksi diri dan saling mengingatkan agar bencana alam mereda dan tidak jadi ancaman keseharian bagi bangsa Indonesia. Dan, salah satu bentuk rahmat Al-Quran kepada orang-orang yang beriman adalah berupa nasihat-nasihat atau tips-tips agar terhindar dari musibah dan azab Allah. Sebagian dari tips-tips itu adalah:

  1. Bertaqwa kepada Allah Swt.

Allah Swt. berfirman “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat- ayat Kami itu, maka Kami akan siksa mereka disebabkan perbuatannya” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 96).

Pada penggalan pertama ayat ini jelas sekali Allah berjanji akan melimpahkan keberkahan kepada penduduk negeri yang mau beriman dan bertakwa. Tentunya iman dan takwa yang dikehendaki oleh Allah adalah iman dan takwa yang sungguh-sungguh, serius, dan terus menerus sampai mati, sebagaimana firman-Nya. Dan, pada penggalan kedua ayat di atas, Allah mengancam orang-orang yang mendustakan ayat-ayat (aturan-aturan)-Nya dengan siksa. Dari ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa menjalani dan menata kehidupan atas dasar keimanan dan ketundukan kepada syariat Allah akan mendatangkan keberkahan-keberkahan dari Allah, baik keberkahan dalam bentuk kemakmuran, keamanan, maupun kedamaian bagi setiap penduduk negeri. Akan tetapi, jika penduduk negeri itu didominasi oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan mengabaikan, bahkan mendustai aturan-aturan-Nya, maka Allah pasti akan mendatangkan murka dan siksa-Nya, baik dalam bentuk bencana, musibah, atau yang lainnya.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment