10 Hal Yang Diperbanyak Rasulullah Saw Saat Ramadhan

baca alquran

Satu-satunya bulan yang disebutkan dalam Al-Quran adalah Ramadhan. Penyebutan bulan Ramadhan tersebut dikaitkan dengan turunnya Al-Quran dan diwajibkannya shaum. Hal itu seakan menjadi isyarat dari Allah Swt. bahwa untuk meraih kesucian, cahaya, dan lautan ilmu Al-Quran, hati orang beriman harus suci bersih dan itu dapat diraih dengan shaum.

Al-Quran menjadi pedoman bagi orang yang bertakwa dan shaum mengantarkan orang beriman menjadi muttaqin. Amaliah Ramadhan terfokus pada dua hal tersebut. Bagaimana dengan amaliah Ramadhan yang lain? Tetap harus diperbanyak karena hal itu merupakan ibadah untuk mengondisikan hati dalam menerima kebenaran Al-Quran dan upaya untuk mengaplikasikan nilai-nilai Al-Quran.

alquran muasir

Lantas, apa saja amaliah yang harus kita lakukan atau perbanyak selama Ramadhan? Berikut penjelasannya.

  1. Shaum 

Amal yang utama di bulan Ramadhan tentu saja shaum. Agar puasa kita tidak sia-sia, perdalamlah wawasan tentang shaum yang benar dengan mengetahui dan menjaga rambu-rambunya. Sebab, shaum bukan sekadar tidak makan dan tidak minum. Sabda Rasulullah Saw., “Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengetahui rambu-rambunya dan memerhatikan apa yang semestinya diperhatikan, hal itu akan menjadi pelebur dosa-dosa yang pernah dilakukan sebelumnya” (H.R. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqi).

Inti shaum adalah melatih kita menahan diri dari hal-hal yang tidak benar. Bila hal-hal itu tidak bisa ditinggalkan, nilai puasa kita akan berkurang. Semua itu tidak akan bisa kita lakukan kecuali dengan bersungguh-sungguh dalam melaksanakan shaum. Dengan begitu, saum yang kita lakukan akan menghasilkan ganjaran dari Allah berupa ampun-Nya.

kalender

Jangan pernah tidak berpuasa sehari pun tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Meninggalkan shaum tanpa uzur adalah dosa besar dan tidak bisa ditebus, meskipun dengan shaum sepanjang masa. Jauhi hal-hal yang dapat mengurangi dan menggugurkan nilai shaum Anda.

  1. Membaca Al-Quran 

Pada bulan ini, umat Islam harus benar-benar berinteraksi dengan Al-Quran untuk meraih keberkahan hidup dan meniti jenjang menuju umat yang terbaik dengan petunjuk Al-Quran. Berinteraksi dalam arti hidup dalam naungan Al-Quran, baik secara tilawah (membaca), tadabur (memahami), hifzh (menghafalkan), tanfiidzh (mengamalkan), ta’liim (mengajarkan), dan tahkiim (menjadikannya sebagai pedoman). Rasulullah Saw. bersabda, “Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan yang mengajarkannya.”

  1. Qiyam Ramadhan

Ibadah yang sangat ditekankan Rasulullah di malam Ramadhan adalah qiyam Ramadhan. Qiyam Ramadhan diisi dengan shalat malam atau yang biasa dikenal dengan shalat Tarawih. Karena khawatir akan dianggap wajib, Rasulullah melaksanakan shalat Tarawih berjamaah bersama para sahabat tidak sepanjang Ramadhan. Ada yang meriwayatkan hanya tiga hari saja. Saat itu, Rasulullah Saw. melakukannya secara berjamaah sebanyak 11 rakaat dengan bacaan surat-surat yang panjang. Akan tetapi, di saat kekhawatiran tersebut sudah tidak ada karena umat sudah mengerti duduk perkaranya, Umar bin Khattab menyebutkan jumlah rakaat shalat tarawih adalah 21 atau 23 rakaat (H.R. Abdur Razzaq dan Baihaqi). Meski demikian, 11 rakaat tentu lebih diutamakan.

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment