Kalau Sudah Bertaubat, Apakah Dosa akan Tetap Diperhitungkan?

makam

Dalam Al-Quran disebutkan bahwa, “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar zarah niscaya dia akan melihat balasannya dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah niscaya akan melihat balasannya.” Yang saya tanyakan, kalau orang sudah bertaubat, apakah perbuatan buruknya masih tetap diperhitungkan atau dihapuskan?

 

Ayat yang Anda tanyakan termaktub dalam surat Az-Zalzalah ayat 7-8.

alquran muasir

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Q.S. Al-Zalzalah [99]: 7-8)

Ayat ini mengingatkan kita agar tidak menyepelekan kebaikan ataupun keburukan, sebab sekecil apa pun hal tersebut akan diperhitungkan. Sekecil apa pun kita berbuat keburukan pasti ada balasannya dan sekecil apa pun kita berbuat kebaikan pasti ada imbalannya pula. Karena itu, Nabi Saw. bersabda, “Janganlah kamu menyepelekan kebaikan sekalipun hanya menunjukkan wajah yang ramah pada saudaramu.” (H.R. Muslim). Jadi, senyuman dan keramahan saja akan diperhitungkan sebagai ibadah kalau kita melakukannya dengan tulus ikhlas.

Pertanyaannya, bagaimana dengan dosa-dosa yang telah kita lakukan; apakah tetap akan diperhitungkan padahal kita sudah bertaubat? Untuk menjawab masalah ini, silakan cermati ayat-ayat berikut.

kalender

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 70-71).

Ayat tersebut menegaskan bahwa jika ada orang yang berbuat dosa dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan ganti kejahatan itu dengan kebaikan. Ini mengandung makna bahwa yang akan ditampakkan pada hari kiamat bukan keburukannya, tetapi kebaikannya. Hal ini dikuatkan lagi dengan ayat berikut,

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang pernah terjerumus dosa, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.” (Q.S. Az-Zumar [39]: 53)

Dan masih banyak lagi ayat yang menggambarkan bahwa sebesar apa pun dosa kita kalau kita memohon ampun kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka dosa-dosa tersebut akan dihapuskan. Tentu saja, hal tersebut disertai dengan catatan bahwa taubat dilakukan secara bersungguh-sungguh, penuh keseriusan, dan tidak main-main.

Adapun ukuran bersungguh-sungguh yang dimaksud adalah dengan benar-benar meninggalkan dosa tersebut, tidak mengulanginya lagi, dan dibarengi dengan meningkatkan amalan-amalan shaleh. Dari sini akan tampak jelas perubahan perilaku dari buruk menjadi lebih baik. Wallaahu a’lam.

***

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment