Ustadz Aam Serahkan 900 Al-Qur’an Wakaf untuk Warga Bandung Barat

1

Sejak pagi seribuan warga yang berasal dari wilayah Kec. Gunung Halu, Kec. Cililin dan Kec.Cihampelas telah memenuhi Masjid Agung Cililin Kabupaten Bandung Barat, Selasa (31/5/2016). Pasalnya selain mereka akan mendengarkan tausyiah juga akan mendapat kado istimewa saat jelang Ramadhan ini yakni Al-Qur’an.

Tak berapa lama, Ustadz Aam Amiruddin hadir untuk memberikan tausyiah sebelum menyerahkan wakaf Al-Qur’an dari jamaah Yayasan Percikan Iman dan pendengar Radio OZ 103,1 FM Bandung. Dalam tausyiahnya, Ustadz Aam kembali mengingatkan bahwa tak berapa lama lagi kaum muslimin akan memasuki bulan penuh berkah dan ampunan yakni Ramadhan.

alquran muasir

Selain ibadah shaum (puasa), menurut ustadz Aam, bulan Ramadhan juga sangat dianjurkan untuk memperbanyak tilawah (bacaan) Al-Qur’an. Sebab, sambungnya Ramadhan juga biasa disebut sebagai bulan Qur’an karena dibulan ini Al-Qur’an diturunkan.

“Sebagaimana yang telah kita ketahui di bulan Ramadhan itu Allah akan melipatkan pahala bukan hanya ibadah puasa tetapi ibadah lainnya termasuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an,”ujarnya

Menyitir sebuah hadis Rasulullah Saw, ustadz mengungkapkan bahwa Al-Qur’an adalah “hidangan” dari Allah Swt kepada hamba-Nya yang beriman sebagai sebuah bentuk kasih sayang-Nya. Untuk itu ibarat hidangan yang biasa disuguhkan kepada tamu maka sikap terbaik adalah dengan menikmati hidungan.

kalender

“Bagaimana cara “menikmati” Al-Qur’an ini?. Yaitu dengan belajar membaca,membaca dengan tartil kemudian mentadaburi dan mengamalkannya,”jelasnya.

Untuk ustadz Aam mengajak agar bulan Ramadhan sebagai bulan Al-Qur’an juga diisi dengan banyak belajar dan membacanya. Agar bisa belajar dan membacanya maka salah satu cara adalah dengan memiliki Al-Qur’an sehingga wujudnya ada dan langsung dinikmati.

“Meski bapak ibu mempunyai keterbatasan ekonomi dan belum memiliki Al-Qur’an, Alhamdulillah ada saudara-saudara kita yang peduli dan menafkahkan sebagian rezekinya dengan berwakaf  Al-Qur’an ini kepada kita semua,”jelasnya.

Namun ustadz kembali berpesan meski Al-Qur’an adalah “hadiah” dari Allah kepada orang beriman bukan berarti harus dijaga dengan menyimpangnya sehingga tetap utuh selama bertahun-tahun sebab tidak pernah dibuka dan dibaca. Menurutnya salah satu bentuk kecintaan kita kepada Al-Qur’an adalah dengan menjaga dan membaca serta mengajarkan kepada orang lain.

“Untuk itu,  Al-Qur’an yang akan dibagikan dari muwakif kepada bapak ibu ini harus dibaca khususnya di bulan Ramadhan sehingga pahala kebaikan akan terus mengalir baik yang berwakaf maupun yang membaca. Apalagi Al-Qur’an yang kita bagikan ini juga dilengkapi dengan terjemah yang mudah dipahami sehingga dapat membantu memahami maknanya”, ajaknya.

2

Tak lupa ustadz Aam juga menyampaikan bahwa tujuan dari gerakan Program Wakaf Al-Qur’an jemaah Perciman Iman dan Radio OZ Bandung ini adalah salah satu upaya membumikan Al-Qur’an sehingga akan turun keberkahan di Indonesia. Diharapakan dengan bertebarannya orang yang membaca, mempelajari serta mengamalkan Al-Qur’an, akan menjadi asbab bumi Indonesia yang subur ini mendapat keberkahan. Ia pun meminta kepada penerima wakaf Al-Qur’an untuk senantiasa mendoakan kepada muwakif (para pewakaf) dan keluarganya agar Allah juga melimpahkan keberkahan dalam hidupnya.

Usai memberi tausyiah,  ustaz Aam menyerahkan Al-Qur’an secara simbolis kepada perwakilan warga. Dalam kesempatan tersebut, diserahkan sebanyak 905 buah Al-Qur’an dan terjemahannya. Selanjutnya Al-Qur’an tersebut akan didistribusikan kepada 31 lembaga dakwah dan madrasah yang berada di 3 wilayah yakni Kec. Cililin, Kec. Gunung Halu dan Kec. Cihampelas yang perwakilanya hadir dikesempat tersebut. Acara penyerahkan tersebut juga disaksikan pejabat kecamatan dan Ketua MUI kecamatan.

Beberapa penerima wakaf juga mengaku sangat gembira dapat Al-Qur’an yang ada terjemahannya. Menurut warga yang mengaku dari daerah Gunung Halu tersebut terpaksa harus berangkat usai Shalat Subuh menuju Masjid Agung Cililin mengingat jaraknya yang jauh. Namun usaha dan kelelahannya terbayar dan terobati ketika Al-Qur’an tersebut berada di tangannya.

Red: Iman

Editor: Candra

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment