Tips Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah

176a

Oleh: dr. Eddy Fadlyana, SpAka., M Kes

Tahun ajaran baru selalu menyibukkan para orang tua. Selain mencari sekolah yang dianggap baik, menyesuaikan biaya yang semakin mahal, juga tak ketinggalan harus mempersaipkan kemampuan anak. Kemampuan anak ini dinilai sangat penting, karena kini di Taman Kanak Kanak (TK) pun ada beberapa yang melakukan tes masuk untuk calon muridnya, bahkan tidak jarang play group memberikan tugas rumah (PR) bagi murid-muridnya agar kelak siap memasuki taman kanak-kanak. Sebagian orang tua menganggap hal tersebut merupakan aturan yang berlebihan, sebagian menganggap biasa.

alquran muasir

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan “anak sudah siap bersekolah”? Maksudnya ialah jika orang tua mengetahui kemampuan apa yang harus dimiliki anak sebelum masuk sekolah tentunya hal tersebut akan membantu setiap orang tua untuk mempersiapkan dan dapat mengamati sendiri anaknya apakah ia sudah siap untuk selolah.

Pada saat anak mulai memasuki bangku sekolah dengan keadaan siap untuk belajar, mereka lebih mudah untuk berhasil mengikuti pelajaran di sekolah. Di Amerika, guru-guru TK melaporkan sedikitnya setengah anak didiknya mempunyai masalah pada saat memulai pendidikan, termasuk di dalamnya kesulitan mengikuti perintah, rendahnya kemampuan akademik, dan atau kesulitan beraktivitas secara mandiri.

Masa sebelum sekolah merupakan periode sampai usia 5 tahun (balita). Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang perlu perhatian, karena awal kehidupan merupakan masa yang sangat peka terhadap lingkungan. Berbeda dengan otak orang dewasa, otak balita lebih plastis. Plastisitas otak ini mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya, otak balita lebih terbuka untuk belajar dan diperkaya. Sedangkan sisi negatifnya, otak balita lebih peka terhadap lingkungan, terutama lingkungan yang tidak mendukung, termasuk kemiskinan dan stimulasi yang kurang. Sehingga masa ini disebut juga sebagai masa keemasan (golden period), jendela kesempatan (window of oppoturnity), atau masa kritis (critical period). Berhubung masa ini tidak berlangsung lama, maka anak harus mendapat perhatian yang serius pada awal kehidupannya, yaitu gizi yang baik, stimulasi yang memadai, mengeliminasi faktor-faktor lingkungan yang dapat mengganggu tumbuh, juga deteksi dini terhadap penyimpangan tumbuh kembang.

kalender

Batasan Kesiapan Bersekolah

Secara konvensional, batasan Kesiapan Bersekolah hanya dipandang sebatas pada masalah kesiapan akademik yang terstruktur. Namun demikian, berdasarkan penelitian pada perkembangan anak dan edukasi dini, batasan dari kesiapan bersekolah ternyata lebih luas, di dalamnya tercakup kesiapan fisik, sosial, dan emosional, termasuk kesiapan secara kognitif.

Terdapat tiga komponen utama untuk kesiapan bersekolah, yaitu kesiapan anak, kesiapan sekolah, dan kerangka investasi masyarakat.

  1. Kesiapan anak

Terdapat lima aspek utama dalam kesiapan anak.

a. Kesehatan fisik dan perkembangan motorik

Aspek ini meliputi status kesehatan, pertumbuhan, dan kemampuan fisik. Termasuk di dalamnya kemampuan fisik seperti kemampuan menggunakan otot-otot kecil/motorik halus dan kemampuan menggunakan otot-otot besar/motorik kasar, hal ini juga terkait pada kondisi selama dan setelah melahirkan.

b. Perkembangan sosial dan emosional

Perkembangan sosial merujuk pada kemampuan anak untuk berinteraksi secara sosial. Kemampuan adaptasi yang positif terhadap lingkungan sekolah membutuhkan kemampuan sosial untuk saling pengertian dan bekerja sama. Termasuk ke dalam perkembangan emosional yaitu kemampuan persepsi terhadap dirinya, kemampuan memahami emosi orang lain, dan kemampuan untuk mengerti serta mampu mengekspresikan perasaannya.

c. Pendekatan pembelajaran

Aspek ini merujuk apda kecenderungan menggunakan keahlian, pengetahuan dan kemampuan. Komponen kuncinya termasuk antusiasme, keingintahuan dan kemampuan menyelesaikan tugas, seperti poal temperamen dan nilai kultural

d. Perkembangan bahasa

Aspek ini meliputi bahasa verbal dan kemampuan membaca. Bahasa verbal melliputi kemampuan mendengar, berbicara, dan perbendaharaan kata. kemampuan membaca termasuk membaca tulisan, pengertian terhadap suatu cerita, dan proses menulis.

e. Kognisi dan pengetahuan umum

Aspek ini meliputi kemampuan untuk mengetahui sifat dari benda tertentu dan kemampuan yang didapat dengan mengamati objek, peristiwa, atau orang mengenai kesamaan, perbedaan, dan hubungannya. Termasuk juga pengetahuan tentang konsep perhitungan.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment