Tak Ada Manusia yang Selamat karena Amal Perbuatannya, Apa Makna Hadis Ini?

masjid nabawi

Saya pernah mendengar bahwa yang akan menyelamatkan kita itu bukanlah amal yang kita lakukan, tapi rahmat Allah.  Apa maknanya, dan apakah hadis tersebut sahih?

 

Apa yang Anda dengar itu adalah hadis sahih riwayat Imam Muslim. Artinya, hadis tersebut bisa dipercaya dan diamalkan. Hadis yang Anda maksud itu lengkapnya sebagai berikut.

Abu Hurairah r.a. berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Biasakanlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah dan berpegangteguhlah pada keyakinan kalian. Ketahuilah, tidak ada seorang pun di antara kalian yang selamat karena amal perbuatannya.”

Para sahabat bertanya, “Tidak juga engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga saya, kecuali jika Allah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya.”

Secara eksplisit, keterangan ini menegaskan bahwa yang akan menyelamatkan kita adalah rahmat Allah Swt., bukan amal semata. Artinya, andaikan kita melakukan amal saleh, belum tentu amal saleh tersebut bisa menyelamatkan kita kalau tidak disertai dengan rahmat Allah. Jadi, hanya amal yang disertai rahmat Allah Swt. yang bisa menyelamatkan kita. Rahmat Allah artinya cinta kasih Allah yang tiada batas.

Pertanyaannya, bagaimana supaya amal saleh kita mendapatkan rahmat-Nya? Pada hadis di atas disebutkan jawabannya, “Biasakanlah kalian dalam mendekatkan diri kepada Allah dan berpegangteguhlah pada keyakinan kalian.” Jadi, kalau amal kita ingin dirahmati-Nya, lakukanlah dengan sungguh-sungguh, jangan asal-asalan, dan harus istiqamah (konsisten, selalu dijaga keberlangsungannya).

Pengalaman menunjukkan bahwa melakukan suatu amal saleh tidaklah begitu susah bila dikerjakannya sesekali saja, yang sulit adalah melaksanakannya secara konsisten. Shalat tahajud misalnya. Kalau kita mengerjakannya sesekali saja, itu tidaklah sulit, yang susah adalah melakukannya secara kontinyu.

Karena istiqamah itu sulit, Allah Swt. akan memberikan penghargaan kepada orang-orang yang istiqamah, seperti dijelaskan dalam keterangan berikut ; “Sesungguhnya, orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian meneguhkan pendirian mereka, maka para malaikat akan turun kepada mereka seraya berkata, ‘Jangan lah kamu merasa takut dan bersedih. Bergembiralah dengan memper oleh sur ga yang telah dijanjikan kepa damu.’” (Q.S. Fuśśilat [41]: 30)

Abu ‘Amr r.a. berkata, saya bertanya kepada Rasulullah Saw., “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepada saya suatu ucapan dari ajaran Islam dan saya tidak akan bisa menanyakan hal itu kepada orang lain selain kepada engkau!” Beliau menjawab, “Katakanlah, saya beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah (teguhlah kamu dalam pendirian itu).” ( H.R. Muslim)

Kesimpulannya, apabila amal saleh ingin dirahmati Allah, beramallah dengan sungguh-sungguh, jangan asal-asalan, dan harus istiqamahdalam melaksanakannya. Hanya amal yang dirahmati Allah Swt. yang akan menjadi penyelamat kita pada hari kiamat. Wallahu A’lam.

(Visited 186 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment