Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Menjadi Suami Teladan

ilustrasiortuanak

Bagaimana peran seorang suami yang baik bagi istrinya atau seorang ayah bagi anak-anaknya, agar saya dapat menjadi seorang suami dan ayah yang dapat dijadikan uswah (contoh) oleh istri dan anak-anak saya?

 

Suami adalah pemimpin di rumah tangga, baik bagi istri maupun anak-anaknya. Hal ini dijelaskan dalam Q.S. An-Nisā’ [4] ayat 34, “Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri)…

alquran muasir

Karena suami sebagai pemimpin, dirinya mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut.

1. Memberi nafkah, baik lahir maupun batin
Suami berkewajiban memberikan nafkah lahir maupun batin  “…Kewajiban ayah, yaitu memberikan nafkah dan pakai an kepada mereka dengan cara yang baik…” ( Q.S. Al-Baqarah [2]: 233)

Istri-istrimu itu seperti ladang bagimu, maka datangi ladangmu kapan saja dengan cara yang kamu sukai…” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 223)

kalender

“Hendaklah orang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya dan orang yang terbatas rezekinya memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya…” ( Q.S. Aţ-Ţalāq [65]: 7)

Selain firman Allah di atas, ada juga hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim, yang menjelaskan tentang hal ini,  “Dan berbaktilah kamu kepada Allah terhadap istrimu. Kamu telah mengambil mereka sebagai amanah Allah dan kamu telah menghalalkan persetubuhan dengan mereka dengan kalimat Allah. Maka hendaklah kamu memberikan makanan dan pakaian menurut yang ma’ruf.” ( H.R. Muslim)

2. Memberi tempat tinggal
Sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Aţ-Ţalāq [65] ayat 6: “Tempatkanlah para istri di tempat kamu bertempat tinggal sesuai kemampuanmu dan jangan kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hatinya...”

3. Mendidik keluarga
Seorang suami berkewajiban memberikan pendidik an kepada anggota keluarganya. Perhatikanlah firman Allah berikut.

Perintahkanlah keluargamu melak sa nakan salat dan sabar dalam mengerjakan nya...” ( Q.S. Ţā Hā [20]: 132)

Hai, orang-orang beriman! Jauhkan diri dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” ( Q.S. At-Taĥrīm [66]: 6)

Barangsiapa yang percaya pada Allah dan hari kemudian, maka janganlah ia menyakiti tetangganya, dan terimalah (pesanku untuk berbuat) kebaikan kepada perempuan-perempuan, karena mereka itu dijadikan dari tulang rusuk, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas, jika engkau hendak luruskan dia, niscaya engkau mematahkannya, dan jika engkau biarkan dia, ia tetap bengkok. Oleh karena itu, terimalah pesanku agar berbuat kebaikan kepada perempuan-perempuan.” ( H.R. Bukhari dan Muslim)

4. Memperlakukan istri dengan hormat
Suami, dalam berinteraksi dengan istri, harus memperlakukannya dengan baik. Perhatikan Q.S. An-Nisā’ ayat 19 berikut,  “…Bergaullah dengan mereka menurut cara yang pantas…”

5. Tidak boleh menyakiti istri
Seorang suami yang baik tidak akan menyakiti istrinya. ”Engkau beri makan dia apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian kepadanya bila engkau berpakaian, dan janganlah engkau pukul mukanya dan jangan engkau jelekkan dia, dan jangan engkau jauhi melainkan di dalam rumah.” ( H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i)

6. Suami tebaik adalah yang paling baik kepada istrinya
Sabda Rasulullah Saw. “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada istrinya.” ( H.R. Tirmidzi)

Itulah di antara panduan praktis ibadahnya kaum Adam yang ingin menjadi suami terbaik bagi istrinya dan ayah teladan bagi buah hatinya. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kekuatan untuk  menjalankannya. Amin ya mujibassailin.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment