Ini Amalan Istimewa di Hari Jum’at yang Masih Diabaikan

doa, iman

Bagi sebagian kaum muslimin, amalan yang satu ini barangkali banyak yang masih dilalaikan,  bisa jadi mungkin karena belum diketahui keutamaannya (fadhilah). Padahal, jika mengetahui akan keutamaannya akan tercengang dan menyesal mengapa tidak melakukannya sejak daulu.

Amalan tersebut adalah shalawat kepada Rasul kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu apa keistimewaan dari alaman yang hanya lewat lisan ini ?. Meski sekedar amalan lisan atau hati bukan amalan yang memerlukan pengorbanan harta bahkan jiwa namun keutamaannya sungguh luar biasa. Hal ini seperti yang disampaikan ‘Abdullah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah Saw bersabda,

Barangsiapa bershalawat kepadaku atau meminta agar aku mendapatkan wasilah, maka dia berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat nanti.” (Hadits ini terdapat dalam Fadhlu Ash Shalah ‘alan Nabiy, Isma’il bin Ishaq Al Jahdiy. Hadis ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Sementara dalam hadis lain dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda,

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim)

Lalu apa hubungannya shalawat dengan hari Jum’at ?. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu hari raya ummat Islam selain Idul Fitri dan Idul Adha yaitu hari Jum’at. Pada hari ini bagi muslim laki-laki yang telah baligh adalah wajib mengerjakan Shalat Jum’at dua rakaat yang diawali dengan dua khutbah sebagai pengganti shalat Dhuhur. Sementara keutamaan atau keistimewaan bershalawat di hari Jum’at dapat kita baca pada hadis Rasulullah Saw yang bersabda:

Perbanyaklah shalawat kepadaku pada setiap Jum’at. Karena shalawat umatku akan diperlihatkan padaku pada setiap Jum’at. Barangsiapa yang banyak bershalawat kepadaku, dialah yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti.” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al Kubra. Oleh beberapa ulama hadis ini dikategorikan hasan ligoirihi –yaitu hasan dilihat dari jalur lainnya)

Sebagaimana kita yakini bahwa Rasulullah Saw adalah hamba-Nya yang paling mulia yang kepastian surga sudah dijamin kepadanya. Rasulullah Saw juga hamba-Nya yang pertama memasuki surga-Nya sebelum hamba-hamba yang lain. Berangkat dari hadis tersebut maka alangkah berungtungnya jika pada hari kiamat kelak kita menjadi ummat yang dengan dengannya. Dimana pada saat itu semua orang sibuk dengan amalnya masing-masing dan tidak bisa menyelamatkan saudaranya atau keluarganya sekali pun, maka Rasulullah menawarkan amalan yang dapat mendekat dengannya dengan shalawat khususnya di hari Jum’at.

Sementara lafadz shalawat sebagaiamana yang beliau ajarkan kepada para sahabatnya untuk kemudian diteruskan kepada ummatnya hingga akhir zaman, adalah seperti dalam hadisnya adalah sebagai berikut:

  • Dari Zaid bin Abdullah berkata bahwa sesungguhnya mereka dianjurkan mengucapkan:

Allahumma shalli ‘ala Muhammad an nabiyyil ummiyyi. [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad Nabi yang Ummi]” (dalam Fadhlu Ash Sholah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa hadis ini shahih)

  • Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, beliau mengatakan,

“Wahai Rasulullah, kami sudah mengetahu bagaimana kami mengucapkan salam padamu. Lalu bagaimana kami bershalawat padamu?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah, “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shallaita ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada kerabat Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia] (dalam Fadhlu Ash Shalah ‘alan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Al Albani mengomentari bahwa sanad hadis ini shhih)

  • Dalam riwayat Bukhari no. 3370 terdapat lafadz shalawat sebagai berikut,

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shallaita ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid. Allahumma barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala Ibrahim wa ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid.” [Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi shalawat kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Muhammad dan kerabatnya karena engkau memberi keberkahan kepada Ibrahim dan kerabatnya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia]

Namun sebagai ulama menyebutkan bahwa sekiranya tidak lengkap (panjang) maka bershalat kepada Rasulullah cukup dengan mengucap : “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”. Makna shalawat adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abul ‘Aliyah,

Shalawat Allah adalah pujian-Nya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan para malaikat.” (HR. Bukhari)

Sebagian ulama mengatakan bahwa makna shalawat dari Allah adalah rahmat, dari malaikat adalah istigfar (mohon ampunan) dan dari manusia adalah do’a. Namun makna shalawat dari Allah yang lebih tepat adalah sebagaimana perkataan Abul ‘Aliyah di atas sebagaimana yang dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Syarhul Mumthi’ dan Syarh Bulughul Marom. Anjuran bershalawat ini seperti yang difirmankan Allah Swt:

Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS.Al-Ahzaab: 56)

Semoga setelah mengetahui manfaat, fadhilah serta keistimewaan bershalawat kita tidak abai lagi terhadap amalan yang mulia ini. Jangan lupa dakwahkan kepada suadara muslim yang belum tahu sehingga mereka turut mengamalkannya. [Berbagai sumber ]

(Visited 217 times, 1 visits today)

REKOMENDASI