ICMI Jabar Peringatkan Kebangkitan Neo-PKI

icmi jabar mei 1

Meski gerakan kebangkitan ideologi komunisme di Indonesia saat ini makin marak,  namun masyarakat khususnya ummat Islam belum sepenuhnya sadar. Padahal, ideologi komunis dengan kendaraannya Partai Komunis Indonesia (PKI) sudah terbukti berbahaya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara serta kutuhan NKRI. Lebih lagi ummat Islam sejak dulu hingga sekarang menjadi target pemberangusan.

Demikian salah satu paparan Drs. Alvian Tanjung M.Pd selaku pengamat dan pengkaji gerakan komunisme di Indonesia dalam diskusi “Mewaspadai Kebangkitan Komunis Gaya Baru” di aula ICMI Jabar, Rabu (25/5/2016).

alquran muasir

Alvian mengungkapkan, saat ini gerakan komunis di Tanah Air berjalan secara massif dan terencana. Menurutnya, gerakan kebangkitan itu secara kasat mata bisa dilihat dengan jelas dalam berbagai bentuk aktivitas.

“Maraknya logo palu arit di berbagai daerah dalam pelbagai acara hanya sebagian saja namun ada yang lebih membahayakan,”ujarnya Ketua Umum Taruna Muslim ini.

Dari data yang dipaparkan Alvian, setidaknya hingga 2015 saja sudah ada beberapa kegiatan masif kader PKI.  Misalnya,  pendidikan Marxis  dengan materi utama Das Kapital dan Manifesto Komunis yang akan dilaksanakan di Bogor belum lama ini. Ada pula kaderisasi dan peringatan ulang tahun PKI ke 90 di beberapa daerah, serta rancangan undang-undang (RUU) Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) jilid 2 juga sudah masuk program legislasi nasional (Prolegnas).

kalender

“Kader-kader mereka sebagaimana yang telah kita ketahui juga sudah masuk parlemen lewat berbagai parpol. Beberapa orang yang terindikasikan sebagai keturunan PKI juga sudah menempati pos-pos strategis di pemerintahan ini,”ujarnya sambil menyebut beberapa inisial orang.

Serbuan buruh China

Alvian juga menyebutkan investasi dan beberapa mega proyek yang didanai insvestor dari Negara China yang berideologi komunis juga jangan dianggap sepele. Menurutnya kegiatan tersebut seharusnya bukan hanya dilihat dari sisi ekonomi namun juga sisi politik dan hubungan luar negeri. Apalagi, sambungnya, proyek dan investasi tersebut juga disertai dengan serbuan tenaga kerja China yang keberadaannya sulit diawasi pemerintah.

“Apakah kita yakin ribuan tenaga kerja dari China tersebut hanya sebagai buruh saja? Bagaimana kasus pekerja yang tertangkap di Halim atau lolosnya penumpang pesawat dari Singapura di bandara kemarin? Apakah ini hanya kebetulan atau ada rencana yang telah disusun?,”tanya pada hadirin.

Untuk itu, ia mengingatkan ummat Islam di Indonesia agar segera sadar dan menyiapkan diri dalam menghadapi segala situasi yang tak terduga. Ia juga mengingatkan bahwa PKI sebagai sebuah parpol memang telah tiada. Namun komunis sebagai sebuah ideologi akan tetap ada dan berkembang. Sehingga, jika situasinya telah memungkinkan maka kebangkitan komunisme di Indonesia bukan hal yang mustahil.

“Saya ingin mengingatkan kembali perkataan terakhir Sudisman, sebagai anggota CC-PKI, dalam sidang Mahmilub, 1967 , “Jika saya mati, bukan berarti PKI ikut mati. Tidak sama sekali tidak. Walaupun PKI sekarang sudah rusak berkeping-keping, saya yakin ini hanya sementara, dan dalam proses sejarah, nanti PKI akan tumbuh kembali. Sebab PKI adalah anak zaman, yang dilahirkan oleh zaman.” ,tegasnya Alvian yang juga pengurus Gerakan Bela Negara (GBN) ini.

Untuk melawan kebangkitan neo-PKI, menurut Alvian salah satunya adalah masyarakat khususnya ummat Islam harus bersatu. Selain itu generasi muda juga perlu mendapat pengetahuan yang benar dan lengkap tentang sejarah dan sepak terjang PKI di Indonesia sehingga tidak mengalami gagal paham sejarah. Hal ini penting mengingat generasi muda adalah satu sasaran empuk penyebaran paham komunis yang dikemas dengan gaya baru yang menyenangkan.

“Saatnya kita menyelamatkan bangsa dan Negara ini dengan menyelamatkan generasi mudanya jangan sampai karena ketidaktahuan mereka justru dimanfaatkan oleh orang-orang PKI gaya baru,”pesannya.

Hal senada juga diungkapkan Brigjen.Pol (purn) Aton Tabah yang menyatakan bukti historis kecerdasan para pendiri Republik Indonesia yang telah menempatkan Pancasila sebagai dasar negara. Menurutnya, gagasan besar Pancasila, yang di dalamnya ada sila Ketuhanan Yang Maha Esa, dalam perkembangannya mampu menghadapi paham-paham besar, seperti kapitalisme, komunisme, liberalisme, individualisme, pluralisme, dan sekulerisme yang tak kenal lelah menggempur Indonesia.

Diskusi ICMI Jabar tentang komunis gaya baru
Diskusi ICMI Jabar tentang komunis gaya baru

“Kebebasan dan HAM bangsa Indonesia mengikuti norma agama dan moral. Kebebasan di Indonesia dikunci dengan ajaran agama yang dianut bangsa Indonesia (Ketuhanan Yang Maha Esa). Sementara paham komunis sebagai ajaran anti Tuhan (atheis) bertentangan dengan jiwa bangsa Indonesia yang sejak dulu sudah beragama (bertauhid),” ujar Anton yang juga anggota Komisi Hukum MUI Pusat ini.

Ia menambahkan gerakan komunis di Indonesia saat ini mau menghidupkan PKI walau dengan bentuk dan topeng lain yang dikemas sangat rapi sehingga masyarakat tidak sadar bahwa hal itu ideologi komunis. Menurutnya kebangkitan paham komunis dengan gerakan komunis gaya baru (KGB) hendaknya jangan dianggap ilusi atau sikap phobia yang berlebihan namun kenyataan yang sudah di depan mata.

“Coba kita perhatikan para kader PKI yang mulai berani dengan bebas memutarbalikkan fakta sejarah G30S/PKI.  Bahkan, anak cucu PKI mengaku sebagai korban minta rekonsiliasi dan kompensasi. Apa ini bukan sebuah gerakan yang terencana?,”tegasnya.

Untuk itu, Anton mengajak dan mengingatkan ebagai orang beriman untuk melihat fakta sejarah yang ilmiah tersebut. Menurutnya bagi bangsa dan Negara Indonesia khususnya ummat Islam dalam menghadapi musuh termasuk komunis dan Syiah adalah perkara mudah jika ada persatuan.

“Intinya satukan dulu persepsi kita sebagai ummat Islam bahwa komunis termasuk Syiah itu musuh bukan kawan sehingga ketika ada satu persamaan sikap maka akan ada persamaan langkah,”ujarnya.

Kegiatan diskusi ini dihadiri pengurus inti ICMI Jabar. dan berbagai perwakilan ormas Islam, pendidik, pengusaha, pelajar dan mahasiswa. Acara mudzakarah ICMI Jabar merupakan agenda rutin bulanan membahas berbagai tema aktual yang berkenaan dengan kondisi sosial  saat ini.

Rep: Iman

Editor: Candra

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment