Perhatikan 14 Adab Ini Saat Masuk Masjid

masjid

SEBUAH anekdot, atau mungkin lebih tepatnya adalah sindiran bernada sinis, menyatakan bahwa masjid adalah tempat yang paling tidak aman di negeri yang mayoritas beragama Islam ini. Apa sebab? Tidak lain karena seringnya kita menemukan kasus hilangnya alas kaki di masjid. Semoga saja, ini bukanlah gambaran mengenai bobroknya moral muslim di negara kita yang berani mencuri bahkan di tempat yang kita sebut sebagai baitullah atau rumah Allah. Oknum! Itulah yang kita katakan sebagai pembelaan. Mungkin hal itu benar adanya, tetapi terpikirkah dalam benak kita bahwa mungkin ada yang salah dalam manajemen atau cara kita memperlakukan (atau berperilaku di) tempat ibadah agama kita ini?

Sebagian dari kita beranggapan bahwa masjid adalah tempat suci yang karenanya hanya digunakan sebagai tempat shalat dan pengajian. Tidak sembarang kegiatan boleh dilakukan di masjid dengan alasan untuk menjaga kesakralan baitullah. Dengan alasan keamanan, pintu masjid senantiasa dikunci dan hanya dibuka pada jam-jam tertentu saja, seperti ketika tiba waktu shalat atau pengajian. Dengan alasan menghindarkan (lantai) masjid dari najis, anak-anak di bawah umur tidak diperbolehkan dibawa oleh orangtuanya ke teras, terlebih ke dalam masjid karena bisa saja tiba-tiba anak-anak tersebut buang air besar atau kecil. Karenanya, umat pun lantas segan untuk sekadar bertandang atau mengobrol panjang lebar di masjid atau membiasakan anaknya berada di baitullah.

Sebagian yang lain menganggap bahwa sudah sepantasnya masjid dimakmurkan dengan berbagai kegiatan, dari difungsikannya masjid sebagai Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bagi anak-anak, perpustakaan umum, tempat melaksanakan diskusi ringan atau seminar, sampai tempat acara family gathering orangtua siswa TPA yang salah satu agendanya adalah makan bersama. Bukankah di zaman Rasul, masjid pun difungsikan sebagai tempat latihan perang?

Tidak ada yang salah dengan kedua pendapat tersebut. Masing-masing cukup beralasan dan karenanya tidak perlu dipersalahkan. Yang perlu ditekankan di sini adalah bagaimana sebaiknya kita bersikap atau beretika ketika berada di dalam masjid sehingga dapat memakmurkan masjid sesuai dengan ketentuan yang telah digariskan Allah dan Rasul-Nya.

Nah, berikut beberapa adab yang harus diperhatikan.

promooktober1

1. Berdoa saat hendak pergi ke masjid.
Ibnu Abbas menyatakan, “Adalah Rasulullah Saw. apabila dia keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdoa, ‘Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya pada lisanku, jadikanlah cahaya pada pendengaranku, cahaya pada penglihatanku, dan jadikanlah cahaya dari belakangku dan cahaya dari depanku, dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. Ya Allah, anugerahilah aku cahaya.’” (Muttafaq ‘alaih)

2. Memakai pakaian yang rapi.
Allah Swt. berfirman, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid…” (Q.S. Al-Araf [7]: 31)

3. Berjalan menuju masjid dengan tenang dan khidmat.
Rasulullah Saw. pernag bersabda, “Apabila shalat telah diiqamatkan, janganlah kamu datang menujunya dengan berlari, tapi datanglah dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah.” (Muttafaq ‘alaih)

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 102 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment