Gimana Sih Ketentuan Jilbab yang Benar?

muslimah, sibuk, karier
Assalamu’alaikum wr. wb.
Teh Sasa yang dirahmati Allah, saya akhwat single berumur 26 tahun. Saat ini saya bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta dan sedang senang belajar agama. Sesekali saya datang ke pengajian meski tidak PD (percaya diri) karena belum berjilbab. Sebenarnya, bagaimana ketentuan memakai jilbab yang benar itu, teh? Lalu, berdosakah saya bila belum berjilbab? Niatnya sih,  insya Allah seterusnya, saya ingin memakai jilbab. Doakan saya, ya teh? Jazakallah atas jawabannya.Wassalam
Akhwat 

 

Waalaikkum salam wr. wb.
Teteh yang disayang Allah, ada sejumlah keterangan tentang aturan berpakaian untuk kita, kaum muslimah. Meski beberapa hal dinilai memberatkan, namun demikian kita wajib menaati aturan yang diberikan oleh Allah Swt. dan Rasulullah Saw. tersebut. Secara tegas, Allah memberitahu kepada kita bahwa hidup hendaknya tidak memilih aturan selain aturan-Nya serta yang dicontohkan Rasul-Nya sebagaimana disebutkan dalam ayat berikut.

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya telah sesat, sesat yang nyata.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 36)

alquran muasir

Wanita shalehah laksana perhiasan dunia. Rasulullah Saw. pernah bersabda, “Seluruh dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan di dunia adalah wanita shalehah.” (H.R. Muslim)

Dalam hal perpakaian bagi muslimah, sejumlah aturan diterangkan dalam Al-Quran dan hadits. Peraturan tersebut adalah sebagai berikut.

1. Longgar dan tidak ketat.
“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S. Q.S. Al-Ahzab [33]: 59)

kalender

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Q.S.Al-A’raaf [7]: 26-27)

2. Batasan aurat wanita adalah seluruh tubuhnya, kecuali muka dan telapak tangan.
Hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a. menerangkan, “Saat Asma binti Abubakar masuk menjumpai Rasulullah Saw. dengan pakaian tipis, Rasulullah Saw. memalingkan mukanya dan berkata: ‘Hai Asma sesungguhnya jika seorang wanita sudah haid (baligh) maka tidak layak terlihat kecuali ini (sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan).’” (H.R. Abu Daud dan Baihaqi)

3. Berhias secukupnya (agar indah) dan luruskan niat.
Kata riisyan dalam surat Al-A’raaf ayat ke-26 tersebut di atas berasal dari kata riisy yang artinya adalah bulu burung. Pada burung, bulu berfungsi sebagai pemberi keindahan dan pelindung. Maka dari itu, pakaian muslimah pun bisa termasuk sebagai perhiasan dan pelindung tubuh.

Allah Swt. menyukai bila kita berpakaian indah sebagaimana firman-Nya dalam ayat berikut.
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 31)

Arti indah di sini maksudnya adalah tetap ada dalam batasan niat hati dan cara berpakaian yang tidak bermaksud ria, sombong, dan tidak bermaksud untuk menarik perhatian lawan jenis. Sabda Rasulullah Saw. “Siapa saja yang mengenakan pakaian untuk menarik perhatian dunia, maka Allah akan mengenakan pakaian yang menghinakan kelak di hari kiamat.” (H.R. Imam Ahmad dan Abu Daud)

Dalam hadits yang lain disebutkan, “Seseorang yang berjalan dengan berpakaian sombong di muka bumi ini maka Allah tidak akan melihatnya di hari pengadilan kelak.” (H.R. Bukhari, Muslim, dan Ahmad)

4. Berhiaslah sesuai dengan cara berhias wanita dan bertingkahlah sebagaimana wanita bertingkah laku, jangan meniru atau bergaya seperti laki-laki.

Dalam sebuah hadits diterangkan, “Rasulullah Saw. melaknat laki-laki yang bertingkah laku seperti wanita dan melaknat wanita yang bertingkah laku seperti laki-laki.” (H.R. Abu Daud dan Ahmad)

Apakah celana panjang termasuk pakaian laki-laki? Apakah gamis termasuk pakaian wanita? Kaum lelaki bangsa Arab pada zaman Rasulullah Saw. memakai gamis, sedangkan di Indonesia kaum prianya memakai celana panjang. Lalu bagaimana selayaknya muslimah berbusana? Modelnya harus seperti apa? Pada dasarnya, muslimah bisa memakai gamis atau pun celana panjang, asal modelnya disesuaikan dengan model untuk wanita. Bahkan muslimah diperbolehkan memakai rok atau blouse selama tidak ketat dan transparan.
Kerudungnya menjulur hingga menutupi dada dan leher.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’” (Q.S. An-Nuur [24]:31)

5. Jangan berpakaian tapi telanjang.
Termasuk telanjang dan masih membuka auratnya apabila wanita memakai baju tipis, transparan, dan ketat membentuk tubuh. Rasulullah Saw. bersabda: “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: Laki-laki (yang) tangan mereka memegang cambuk mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan memukuli wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.” (H.R. Muslim)

Pakaian merupakan parameter ketakwaan. Pakaian yang menyimbolkan ketakwaan haruslah dibarengi dengan amal shaleh yang tentunya akan mendorong hati mengarah pada takwa serta mengantarkannya pada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Dalam kesempatan ini saya berdoa agar akhwat penanya dan kita semua termasuk katagori orang-orang yang ada dalam firman-Nya berikut ini.

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (Q.S. Ali Imran [3]: 135-136)

Semoga kita senantiasa istiqamah mengenakan jilbab dan dapat mampu meraih gelar takwa. Amiin, ya Rabbal ‘alamiin. (Hj. Sasa Esa Agustiana)

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Komentar Artikel “Gimana Sih Ketentuan Jilbab yang Benar?

  1. edi

    Bagus sekali paparannya. Mdh2n istri sy bisa sprti yg dipaparkan oleh teh sasa. Amin

Leave a Comment