Diskusi Itu Sarana Menghidupkan dan Membangun Ilmu

Oleh: Dadan Saepudin*

Suatu hari penulis mengikuti kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh para pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebuah pengajian sederhana di kampung yang diselenggarakan sebulan sekali dan bertujuan untuk mempererat silaturahim antara para ulama, pemerintah desa/RW, dengan masyarakat.

Ada hal yang menarik dari pengajian tersebut, karena Ketua MUI dalam prolog saat mengisi pengajian mengungkapkan sebuah pepatah yang sangat menarik dan penting bagi para ahli ilmu dan para pembelajar. Pepatah tersebut berbunyi hayatu al-ilmi bi al-mudzakarah (hidupnya ilmu yaitu dengan berdiskusi).

Diskusi merupakan aktivitas yang baik terutama bagi dinamika perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam kegiatan pembelajaran di pendidikan formal misalnya, diskusi menjadi salah satu metode yang sangat baik diterapkan oleh guru. Melalui diskusi setiap peserta didik termotivasi untuk mengungkapkan wawasan, ide, pendapat terkait dengan topik yang dibicarakan. Selain dari itu, ada pendidikan karakter yang dibangun dalam kegiatan berdiskusi yaitu sikap saling menghargai pendapat, usul, atau ide pemikiran masing-masing.

Jika menelisik perjalanan Nabi Muhammad Saw, beliau ketika berbincang-bincang dengan para sahabat pernah melontarkan pertanyaan atau meminta pendapat dari para sahabatnya. Seperti pada peristiwa perang Khandaqmembuat parit usulan dari Salman Al-Farisi.Hal itu mengisyaratkan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan kepada para pendidik terkait dengan pendidikan yang tidak mengekang pendapat atau pemikiran para peserta didik.

promooktober1

Apalagi saat ini, seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi yang begitu canggih. Komunikasi yang tidak terhalang oleh ruang dan waktu,salah satunya melalui media social (medsos). Keberadaan media sosial menjadi sarana yang strategis sebagai ajang silaturahim dan bertukar pikiran di dunia maya terlebih bagi guru dan pelajar.

Para pengguna media sosial terkait dengan kegiatan diskusi perlahan sudah mulai menggeliat. Hal ini barangkali menjadi aroma yang positif seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat. Untuk itu, perlu pemahaman terkait dengan penggunaan teknologi tersebut secara baik.

Diskusi barangkali harus menjadi tradisi ilmiah terutama bagi para pelajar dalam menuntut ilmu. Karena ilmu menjadi bagian penting bagi setiap manusia karena dengan ilmu hidup menjadi terarah serta hidup menjadi mudah. Dalam konteks kekinian, ilmu menjadi hal penting untuk dimiliki oleh setiap manusia. Ilmu dapat diraih melalui kegiatan belajar, melalui belajar seseorang awalnya tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi paham, dan dari paham menjadi bisa melakukan.

Dalam ajaran Islam sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw bahwa menuntut ilmu menjadi sebuah kewajiban bagi muslim laki-laki maupun perempuan. Orang yang berilmu memiliki posisi yang strategis apalagi dalam QS. (58:11) orang yang berilmu disandingkan dengan orang yang beriman yang akan diberikan keutamaan beberapa derajat oleh Allah SWT.

Hai, orang-orang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis.” Maka, lapangkanlah, pasti Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah kamu.” Maka, berdirilah, pasti Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al-Mujadalah: 11)

Kegiatan diskusi diibaratkan seperti gabah saat digiling, ketika gabah yang banyak kemudian digiling maka akan menghasilkan butiran padi yang bagus. Ilustrasi tersebut mengisyaratkan bahwa dengan bertukar pikiran, para siswa sejatinya sedang mengasah kemampuan intelektual,kemampuan menganalisis, belajar mengungkapkan ide pemikiran secara lisan ataupun tulisan, berbagi ilmu, serta belajar untuk menghargai orang lain.

Atas dasar itu, penting kiranya kita membudayakan diskusi dalam kegiatan belajar, berkomunikasi dengan orang lain baik di forum maupun di dunia maya, serta obrolan ringan para guru atau siswa saat jam istirahat. Dengan membiasakan berdiskusi, kita sejatinya sedang memosisikan diskusi sebagaisarana menghidupkan ilmu. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah praktisi pendidikan dan Sekretaris Umum Generasi Muda Mathla’ul Anwar (Gema MA) Kabupaten Bandung Barat

Dadan Saepudin 3

Editor: Iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

Bagi pembaca yang  punya hobi menulis dan ingin dimuat di www.percikaniman.id bisa mengirimkan tulisan  ke email: [email protected] atau: [email protected]  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh bagi banyak orang. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan.

 

(Visited 45 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment