Menikahlah dengan Mengejar 5 Tujuan Ini

menikah

Allah SWT menciptakan alam beserta isinya dalam keadaan berpasangan. Ada laki-laki dan perempuan, ada siang ada malam. Hal ini tidak bisa dipungkiri dan tak dapat dianggap sebagai kebetulan semata. Alam semesta sejak diciptakan memang dalam kondisi berpasangan, baik dalam bentuk wujud maupun sifat. Beberapa ayat dalam Al Qur’an pun menegaskan hal tersebut :

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS.Yaa Siin:36)

Dan dari tiap-tiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan.” ( QS.Az-Zaariyaat : 49)

Ayat-ayat tersebut merujuk kepada benda-benda yang bukan hanya manusia, melainkan juga makhluk hidup lain seperti, binatang, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Namun, sebagai makhluk yang diberi anugerah akal dan pikiran serta hidayah agama, manusia dalam hidup berpasangan harus mengikuti aturan yang berlaku.

Bagi setiap muslim, arti dari hidup berpasangan adalah hidup bersama antara laki-laki dengan perempuan yang terhimpun dalam rumah tangga, yang sebelumnya diawali proses pernikahan secara islami atau sesuai aturan Islam yang berdasar pada Al Quran dan Hadits. Setelah mengalami prosesi tersebut, maka keduanya disebut sebagai suami istri.

Pernikahan dalam pandangan Islam adalah proses atau fase yang sakral dalam perjalanan hidup. Untuk itu, dalam menjalaninya ada rambu-rambu yang telah digariskan Allah  dan telah dicontohkan oleh Rasulullah demi kebaikan manusia itu sendiri.

Seluruh aspek kehidupan manusia kalau kita melihat pada diri Rasulullah SAW, maka akan kita dapatkan contohnya dari beliau.  Allah ta”ala telah berfirman:

Telah ada pada diri Rasulullah SAW suri tauladan yang baik bagi kalian.” (QS.Al Ahzab ayat 21)

Atas dasar ini, maka wajib bagi kita untuk mengikuti contoh Rasulullah SAW, termasuk urusan pernikahan dan rumah tangga.

Islam sangat memperhatikan perkara ini, karena rumah tangga merupakan institusi terkecil dan penting dalam kehidupan sosial, yang menjadi tolok ukur baik tidaknya sebuah masyarakat. Pernikahan juga merupakan perkara yang amat esensi bagi manusia, seluruh manusia mempunyai insting seksual, jika hal ini tidak di atur maka bisa menjadi liar seperti binatang. Inilah keindahan Islam, pernikahan menjadi ibadah dan berkah ketika kita berupaya mengikuti syari’at Islam.

Dalam Al Quran sendiri terdapat lebih dari 140 ayat berbicara tentang urusan rumah tangga, hal ini menunjukkan perhatian Islam yang besar terhadap rumah tangga atau kehidupan suami istri. Kalau kita rinci, antara lain perkara-perkara tersebut meliputi  pandangan Islam tentang pernikahan, hikmah dan tujuan disyari’atkannya menikah, cara atau petunjuk memilih calon pasangan, rambu-rambu dalam acara pernikahan (walimah) serta pernik-pernik kehidupan rumah tangga.

Dalam hadits, Rasulullah juga banyak terdapat tentang kehidupan rumah tangga, seperti anjuran menikah, kriteria memilih pasangan hidup hingga masalah pesta pernikahan (walimahan). Begitu juga dalam lingkup negara dimana pemerintah telah mengatur soal pernikahan tersebut yang tertuang dalam Undang-undang Perkawinan. Hal ini menunjukan bahwa pernikahan bukan suatu perkara yang sepele.

Apapun aktivitas yang dilakukan manusia dapat dipastikan mempunyai tujuan. Demikian juga orang menikah atau hidup berumah tangga.  Dalam Islam ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dari suatu pernikahan :

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 554 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment