Tips Kelola Uang Bagi Yang Berpenghasilan Kecil dan Besar

uang

Oleh: Ummu Layla Az-Zahrah*

Persoalan uang adalah salah satu persoalan yang sangat sensitive yang dialami manusia sepanjang masa. Tak sedikit perkara yang harus berakhir di meja hijau bahkan di sel yang dilatarbelakangi persoalan uang. Persaudaraan terpisah dan tercerai berai karena masalah uang misalnya masalah pinjam meminjam,pembagian warisan,perebutan kepemilikan saham di perusahaan dan sebagainya.

Demikian juga persoalan uang dalam rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan kelarga. Sebagian keluarga persoalan uang akan menjadi persoalan harian (bagi buruh harian atau pedagang kecil), persoalan bulanan (bagi pegawai/karyawan rendahan) dan persoalan tahunan (khususnya saat hari raya atau memasuki tahun ajaran baru). Sebagian orang selalu kebingungan manakalah uang yang dimilikinya tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup yang harus ia penuhi. Kita menyebutnya masalah.

Namun bagi sebagian yang lain merasa bahwa kebutuhannya selalu terpenuhi. Kalau kemudian dia berfoya-foya, itu adalah sebuah ekspresi ketidaktahuannya harus berbuat apa dengan uang yang dimiliki. Tak jarang foya-foya dapat menjerumuskan mereka pada masalah.  Kita menyebutnya mencari masalah. Ya, keduanya adalah masalah yang ditimbulkan oleh sebab yang sama, uang. Kemudian kita berkesimpulan bahwa uang adalah sumber masalah. Tunggu dulu, sebaiknya kita tidak berpikir seperti itu karena sumber masalah yang sesungguhnya bersumber pada penyikapan kita tentang segala masalah yang bersumber pada uang tersebut.

Berikut beberapa tips yang dapat kita ikuti berkenaan dengan bagaimana seharusnya menyikapi uang yang Anda miliki.

  1. Perencanaan Anggaran.

Di awal bulan, kita harus membuat perencanaan anggaran, baik pemasukan terlebih lagi pengeluaran. Dengan memetakan anggaran seperti ini maka akan jelas terlihat ke mana saja arus masuk dan keluar keuangan Anda. Bagi uang Anda ke dalam anggaran listrik, ledeng, biaya sekolah anak, belanja keperluan sehari-hari, dan sebagainya. Dengan ini pula Anda akan berpikir dua kali untuk menghamburkan uang Anda pada hal-hal yang tidak perlu. Jangan lupa, catat semua transaksi keuangan Anda dalam sebuah jurnal yang akan memudahkan Anda mengetahui masih seberapa tebal dompet kita pada tanggal 15, 23, atau 27 setiap bulannya.

  1. Menabung menjadi prioritas sebelum belanja.

Bagi sebagian keluarga menabung hanya pilihan terakhir jika ada sisa uang. Sebaiknya menabung bukan dengan menunggu uang yang tersisa di akhir bulan, tapi sebaliknya. Di awal bulan, anggarkan 10% pendapatan kita dialokasikan untuk tabungan.

  1. Jangan Tergiur Diskon.

Awal bulan ,jelang Idul Fitri atau akhir tahun biasanya beberap pusat perbelanjaan (mall) berlomba menawarkan diskon yang fantastis. Membeli barang-barang yang sedang didiskon belum tentu dapat menghemat pengeluaran kita. Apakah ini berarti kita tidak diperbolehkan membeli barang-barang diskon? Tentu saja tidak. Hanya saja, terkadang barang-barang tersebut tidak terlalu kita butuhkan. Kita hanya tergiur oleh diskon 70% atau 50%. Ingat, dengan membeli barang (yang tidak terdaftar dalam rencana anggaran), pengeluaran kita bertambah.

  1. Hindari ketergantungan kepada kartu kredit.

Hal ini dapat melalaikan sehingga Anda terlalu enak belanja tanpa menyadari jumlah tagihan yang akan datang nantinya. Simpan kartu kredit di bagian terdalam dompet Anda sehingga mengurangi keinginan mempergunakannya. Pergunakan kartu kredit hanya pada saat-saat mendesak saja. Ketika Anda memutuskan untuk mengambil kredit rumah atau mobil misalnya, pastikan jumlan cicilan yang harus dibayar setiap bulannya tidak lebih dari 30% dari total penghasilan. Hal ini untuk menghindari terganggunya jatah untuk pos anggaran yang lain.

  1. Investasi Meski kecil.

Selain menabung di bank, simpan pula uang kita di tempat lain (investasi). Saat ini ada beberapa produk asuransi selain sesuai syariah juga menawarkan program tabungan. Investasi dalam bentuk emas juga untuk masa depan namun perlu diingat adalah jika sudah memenuhi nisab dan haulnya harus dikeluarkan zakatnya.

  1. Tahan beli barang yang belum dibutuhkan.

Jika kita berpikir  bahwa penghasilan lebih banyak, semua kebutuhan akan terpenuhi, itu adalah sebuah kesalahan. Realitanya, dengan meningkatnya pendapatan pasti akan selalu dibarengi dengan kenaikan standar atau gaya hidup. Anda akan tetap membutuhkan hampir semua penghasilan bulanan yang diperoleh dengan kerja keras tanpa bisa menyisihkan untuk menabung.

7. Hindari ikut arisan yang memberatkan.

Terkadang tetangga dekat atau teman,relasi bahkan keluarga besar mengajak mengadakan kegiatan arisan seminggu atau sebulan sekali. Jika tujuannya baik yakni agar tetap terjalin silaturrahmi yang berkelanjutan tentu baik pula untuk kita ikuti. Namun yang tidak kalah pentingnya adalah melihat kondisi keuangan kita apakah sanggup atau tidak. Jika sekiranya kita tidak sanggup atau memberatkan maka alangkah bijaksananya kita tidak memaksakan untuk ikut. Sampaikan sudah ikut arisan ditempat lain atau sedang banyak pengeluaran, insya Allah mereka akan paham.

8.  Sedekah atau infaq.

Meski point ini diperingkat terakhir namun bukan berarti tidak menjadi prioritas. Lebih baik jika telah memenuhi syarat zakat (nisab dan haulnya) maka lakukan diawal mungkin sebelum membagi untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Jika belum sampai maka minimal kita segerakan bersedekah atau infaq terlebih dulu. Inilah belanja kita sebenarnya untuk keperluan hidup jangka yakni di akhirat kelak. Untuk itu sisihkan sebagian harta kita untuk orang yang lebih (bahkan sangat) membutuhkan.  Ingat, ada hak orang lain di setiap lembaran uang yang kita miliki.  Bersihkan harta dengan jalan zakat, infak, ataupun shadaqah. Dijamin, harta yang kita miliki akan semakin barokah.

Namun yang utama adalah jangan lah kita berlaku pelit kepada orang yang membutuhkan. Namun juga tidak boleh berlaku boros karena sangat dibenci oleh Allah . Ingat yang difirmankan Allah dalam QS. Al Israa’: 27.  “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara seitan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.”. Semoga kita terhindar dari sifat yang dibenci Allah tersebut yakni sifat boros. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam [ ]

*Penulis adalah ibu rumah tangga dengan 9  anak dan pegiat dakwah.

(Visited 152 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment