Jangan Khawatir, Orang Zalim pun Akan Mendapat Balasan Yang Setimpal

dakwah

Selama dunia masih ada maka perbuatan baik dan buruk akan selalu ada sebagai sebuah “pasangan” hidup manusia. Ada orang yang sibuk mengumpulkan pahala namun disatu sisi ada pula orang yang rajin mengumpulkan dosa dengan berbagai bentuk. Demikian pula ada orang atau kelompok yang berusaha untuk berbuat adil dan amanah namun dalam satu kesempatan yang sama ada juga orang atau kelompok yang selalu berbuat zalim dan aniaya baik dirinya sendiri maupun orang lain.

Demikian sebagian pengantar yang disampaikan ustadz Farid Ahmad Okbah,MA (salah satu deklarator Majelis Intektual dan Ulama Muda Indonesia/MIUMI) saat mengisi kajian di Masjid Istiqomah Jl.Citarum Kota Bandung,Ahad (22/5/2016). Ia menambahkan apa yang dilakukan oleh orang-orang kafir merupakan ujian sekaligus ladang dakwah bagi orang-orang shaleh.

alquran muasir

“ Inilah dunia dan Allah menciptakan dengan berpasangan termasuk perbuatan manusia,”ujar ustad Farid yang juga Ketua Islamic Center Bekasi ini.

Sementara terkait balasan atau sikap orang –orang shaleh terhadap orang yang berbuat zalim maka harus tetap mengedapankan sikap amar maruf nahi munkar. Kepada orang yang zalim tetap diingatkan untuk berbuat adil dan amanah sebagai bagian dari upaya dakwah. Meski ada kebolehan untuk membalas, namun menurut ustadz Farid kezaliman tidak harus dibalas dengan perbuatan zalim pula. Menurut ustad Farid balasan sempurna bagi orang yang berbuat zalim hanya dari Allah semata.

“Kita jangan merasa terhina atau dikalahkan oleh perbuatan orang zalim,seolah-olah mereka menang. Ingat bahwa Allah Maha Adil yang akan memperhitungkan dan membalas setiap amal hamba-Nya,”ujarnya.

kalender

Ustadz Farid pun menukil firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 42 – 43 yang artinya “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong”.

“Ayat ini memberikan penegasan agar kita tidak memiliki anggapan bahwa Allah SWT itu lalai terhadap perbuatan orang-orang zalim dan balasan dari Allah adalah balasan paling sepurna serta adil,”nasihatnya.

Menurutanya kita jangan silau dan terpedaya dengan melihat orang-orang zalim seolah-olah sukses dan selalu berhasil menzalimi kita. Meski demikian, sambungnya, ummat Islam juga harus introspeksi diri mengapa orang – orang kafir selalu berbuat zalim. Untuk itu diperlukan ukhuwah dan saling menguatkan diantara kaum muslimin dalam menghadapi segala bentuk kezaliman.

“Adanya bentuk kezaliman terhadap Umat Islam harusnya menjadi momentum kita untuk bersatu (ukhuwah) dan tidak malah bangga dengan berpecah belah. Insya Allah dengan adanya ukhuwah kita akan menjadi kuat, sesungguhnya orang-orang zalim itu kecil dan lemah,”pungkasnya.

Pembicara: ustad Farid (kiri) dan ustad Mustofa (kanan)
Pembicara: ustad Farid (kiri) dan ustad Mustofa (kanan)

Sementara itu narasumber lainnya ustadz Mustofa B Nahrawardaya (salah satu pengurus Pimpinan Pusat Muhammadiyah) menambahkan kita dapat melihat kehidupan sekitar kita dimana didapati betapa banyaknya kezaliman yang dilakukan manusia khususnya kepada Umat Islam. Bahkan tidak jarang kezaliman itu bisa terus-menerus dilakukan oleh orang yang sama. Para pelaku kezaliman itu seolah-olah tidak segera mendapatkan hukuman dan azab atas tindakan yang diperbuat.

“Bahkan di antara mereka tampak segar bugar, hartanya melimpah, dan memegang tampuk kekuasaan atau jabatan. Dimana dengan semua itu justru membuat mereka leluasa berbuat kezaliman,”ujarnya.

Ia menambahkan mungkin ada yang bertanya, apakah Allah SWT lalai terhadap berbagai kezaliman mereka?. Ustad Mustofa pun sependapat dengan penjelasan ayat yang telah dibacakan ustad Farid tersebut bahwa Allah pasti akan membalasnya dengan adil. Meski demikian menurutnya,  Allah sudah pasti akan membalasnya namun sekiranya bentuk kezaliman tersebut melanggar undang-undang Negara maka masyarakat khsusunya Umat Islam boleh menuntutnya secara hukum sehingga ia dapat dijerat dengan hukum sesuai dengan kesalahan atau kezaliman yang dilakukannya.

“Hukuman atau balasan Allah itu pasti berlaku bagi mereka namun bukan berarti kita tidak boleh menuntutnya di pengadilan dunia jika mereka berbuat zalim kepada kita. Ini penting diketahui sehingga mereka tidak semena-mena,”imbuhnya.

Menurutnya segala bentuk kejahatan pasti Allah akan memberikan balasan dengan pengadilan yang seadil-adilnya. Namun jika kezaliman itu juga melanggar undang-undang Negara maka kewajiban Negara pula untuk memberikan hukuman.

Acara kaji yang mengambil tema “Balasan Allah Kepada Orang-orang Zalim” ini merupakan kerja bareng yang dikoordinir oleh komunitas Bantu Keluarga Muslim (BKM). Kajian ini dihadiri ratusan kaum muslimin dan muslimat dari berbagai elemen,aktivis dan pegiat dakwah dan sosial. [ Ahmad ]

 

Red: admin

Editor: Iman

Foto: Iskandar

 

*Anda atau komunitas anda ada kegiatan yang bernilai berita? Kirimkan tulisan anda ke email:redaksi@percikaniman.id.  Atau: mapionline2015@gmail.com  . Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif.

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment