Bolehkah Zakat Diberikan Kepada Orangtua?

orang tua

Pak Ustadz Aam yang terhormat, bagaimana hukum memberi zakat kepada orangtua?

 

Mengenai mustahik zakat itu dijelaskan dalam ayat berikut.

promooktober1

“Sesungguhnya, zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil zakat, mualaf, memerdekakan hamba sahaya, membebaskan orang berutang, untuk jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan di jalan Allah. (Semua yang dijelaskan itu) sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.” (Q.S. At-Taubah [9]: 60)

Jadi, orang-orang yang berhak menerima zakat itu terdiri dari fakir, miskin, amilin, mualaf, memerdekakan hamba sahaya, membantu orang yang berhutang, dan orang yang dalam perjalanan di jalan Allah. Misalkan kita memiliki paman yang sudah pensiun, gajinya kecil bahkan tidak cukup, dan dalam keadaan sakit. Nah kita boleh memberi zakat kepada paman tersebut, bukan karena dia paman kita tapi karena dia digolongkan ke dalam fakir miskin.

Khusus untuk orangtua, istri, dan anak tentu saja itu sudah menjadi kewajiban kita menafkahi mereka. Kita memang harus memberi nafkah kepada mereka. Dan, tidak tergolong zakat jika kondisi keluarga kita tidak masuk ke dalam golongan seperti disebutkan dalam ayat ke-60 surah At-Taubah tersebut.

Memang, alangkah lebih baik bila kita zakat diberikan kepada lingkaran atau lingkungan terdekat, misalnya saudara atau orang yang bekerja untuk kita. Misalnya, kita tahu bahwa asisten rumah tangga kita suaminya sedang sakit dan gaji yang kita berikan sebenarnya kurang. Maka, kita bisa memberi zakat kepada dia, tentu saja harus dibedakan dari gaji. Gajinya tetap harus dibayar plus ditambah zakat karena suaminya sedang sakit.

Saya suka heran bila ada kantor yang mendistribusikan zakat jauh-jauh ke daerah terpencil tapi anak office boy-nya tidak diperhatikan atau tukang parkir yang gajinya kecil malah tidak mendapat zakat yang terkumpul dari kantor. Padahal, jelas-jelas mereka membutuhkan dan dekat dengan keseharian kita.

Jadi, zakat sebaiknya diberikan kepada yang berhak menerimanya (mustahik) yang berada di lingkungan sekitar kita dan perlu dicatat bahwa memberikan sejumlah uang atau barang kebutuhan pokok kepada orangtua tidak dikatagorikan zakat tapi itu adalah kewajiban kita sebagai anak. Wallau a’lam. (Ust. Aam Amiruddin)

(Visited 225 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment