Ada Susuk di dalam Tubuh, Bagaimana Mengatasinya Secara Islami?

susuk

Setelah dewasa, saya baru mengetahui di dalam diri saya tertanam susuk. Setelah ditelusuri, ternyata susuk tersebut dipasang oleh saudara saat saya masih kecil demi peruntungan hidup kelak ketika saya dewasa. Nah, apa hukumnya pak ustadz, dan apa yang harus lakukan, apakah harus datang ke orang yang ‘ahli’ untuk melepaskan susuk itu? Terima kasih.


Susuk mistik itu ada dua macam. Pertama yang abstrak alias yang hanya berupa jampi-jampi plus ritual menempelkan sesuatu di tubuh tapi tidak memasukkan apa pun (ke dalam tubuh). Kedua yang ditanam, yakni sesuatu yang dimasukan ke dalam tubuh semisal jarum, paku, logam, atau emas dengan cara yang gaib. Karena keduanya bernuansa mistik, maka hukumnya haram.

Lantas bagaimana bila kita tidak tahu bahwa di tubuh kita ada susuk yang ditanam oleh orang lain? Selama kita kita tidak tahu, tentu itu tidak menjadi soal. Bila susuk yang dimaksud adalah termasuk benda yang ditanam dan dapat mengganggu kesehatan, kita tentu harus berinisiatif mengeluarkannya dengan cara medis tentunya. Dengan teknologi kedokteran sekarang, benda asing dalam tubuh mudah terdeteksi. Nah yang tidak boleh adalah ketika kita tahu ada susuk lantas kita pergi ke dukun untuk ‘menyembuhkan’ diri.

Hal ini jelas tidak diperbolehkan karena secara tidak langsung kita telah mempercayai hal-hal mistik, semacam sihir, dukun, dan santet. Terlepas dari niat kita untuk melepaskan susuk atau bukan, praktek mendatangi dukun jelas dilarang oleh Islam. Bahkan, Rasulullah Saw.bersabda, “Siapa yang mendatangi tukang ramal (dukun) dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam.” (H.R. Muslim)

Saya rasa, susuk (fisik) sudah bisa diatasi oleh teknik medis yang lebih aman dari praktik syirik. Adapun, bila susuk yang dimasukkan ke dalam tubuh kita berbentuk nonfisik, yang perlu kita lakukan adalah melupakan dan tidak mempercayai apa pun yang muncul dari susuk itu dan tidak perlu melakukan ‘proses’ pengeluaran susuk lagi karena memang tidak ada wujudnya. Wallahu a’lam.

(Visited 1,252 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment