5 Larangan Bagi Wanita Saat Menjalani Masa Iddah

1
210
  1. Larangan keluar rumah saat waktu iddah belum habis.

Jika ada ayat larangan bagi wanita disaat iddah ini bukan tanpa sebab, hal ini karena untuk melindungi wanita yang tengah rapuh dari gangguan fitnah juga musibah atau sesuatu yang memberatkan ketika keluar rumah tanpa ada suami yang disampingnya. Larangan ini sangat jelas tertuang dalam firman Allah Swt:

Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat iddahnya dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka ke luar kecuali mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang…”(QS. At-Talak: 1)

iklan

Mengenai hal ini ulama sudah sepakat untuk tidak diperkenankan wanita keluar rumah, pada masa iddah. Namun ulama Malikiyah dan Hanabillah berpendapat lain mereka boleh keluar rumah ketika benar-benar dalam keadaan darurat, uzur atau kepentingan, misalnya saat gempa bumi, musibah, ada rampok dan lain sebagainya.

Dua pendapat ulama ini juga menjelaskan jika wanita pada siang hari tidak boleh keluar rumah, boleh pada malam hari saat ada darurat. Kondisi darurat dalam hal ini selain apa yang telah disebutkan tersebut juga misalnya panggilan tugas sebagai seorang dokter yang harus menolong orang lain yang sangat darurat.

  1. Larangan untuk menggunakan parfum atau wangi-wangian yang bisa membangkitkan syahwat lelaki lain.

Dalilnya sabda Nabi Saw, ”Janganlah perempuan itu menyentuh wangi-wangian.” (wa laa tamassu thiiban). (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu juga ada larangan untuk tidak berhias di badan misalnya mewarnai rambut atau anggota tubuh dengan menggunakan celak dan lain sebagainya. Kecuali semua perawatan itu memang diperlukan untuk pengobatan. Dalilnya hadis Ummu Athiyah ra, ”Kami tidak menggunakan celak, tidak menggunakan wewangian, tidak menggunakan baju yang dicelup…” (HR Bukhari dan Muslim).

  1. Larangan menggunakan perhiasan dan sejenisnya seperti kalung, gelang atau cincin.

Dalilnya hadis Ummu Salamah RA bahwa wanita yang berkabung dilarang menggunakan perhiasan (al hulli) (HR. Ahmad, Abu Dawud , Nasa`i).

Larangan menggunakan perhiasan ini tentu salah satu hikmahnya adalah untuk menjaga kehormatan dan keselatan bagi wanita itu sendiri. Sebab jika ia menggunakan perhiasan secara berlebihan tentu dapat menimbulkan niat jahat pada yang hendak menguasainya.

Hendaknya setiap wanita yang oleh Allah tengah diuji dengan masa iddah untuk senantiasa bersabar dan berdoa agar mempu melewatinya dengan sempurna. Selain itu juga berdoa semoga Allah memberikan kehidupan yang lebih baik setelahnya. Wallahu’alam. [Berbagai sumber]

Red: dini

Editor: iman

Ilustrasi foto: pixabay

 

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini