5 Larangan Bagi Wanita Saat Menjalani Masa Iddah

jilbab

Bagi wanita yang telah berumah tangga tentu tidak ingin mengalami masa iddah dalam hidupnya. Saat wanita dalam keadaan iddah, tentu sama sekali bukan hal yang membahagiakan baginya. Karena hal ini berart intinya ia tengah berduka, bisa karena cerai oleh kematian suami yang sangat dicintainya, atau cerai dengan suaminya dikarena beberapa sebab lain. Masa iddah wanita pada umumnya 4 bulan 10 hari sesuai dengan firman Allah:

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri, (hendaklah para isteri itu) menangguhkan dirinya (beriddah) empat bulan sepuluh hari.” (QS Al-Baqarah: 234)

Ayat ini berlaku umum, yakni untuk setiap wanita yang ditinggal mati suaminya atau cerai hidup, namun saat wanita itu hamil maka iddahnya adalah sampai melahirkan. Hal ini sesuai dengan Firman Allah:

Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya.” (QS. Ath-Thalaq : 4)

Akan tetapi jika wanita itu tidak haid karena belum cukup usia atau karena suatu penyakit juga mungkin sudah lanjut usia maka masa iddahnya adalah 3 bulan. Mengapa harus ada masa iddah? Masa  iddah itu diperlukan untuk menunggu bagi wanita yang ditalak raj’i (talak satu dan dua) oleh suaminya, maka masa iddah itu diperlukan sebagai peluang untuk kembali menyambung pernikahan yang sempat terputus tanpa mengulangi proses akad nikah dari awal, cukup dengan melakukan rujuk saja.

promo oktober

Lalu bagaimana dengan wanita yang ditalak 3 (ba’in) atau ditinggal mati suami? Maka masa iddah ini menjadi semacam jarak waktu pemasti wanita yang menjadi istrinya tidak hamil bila dia berniat menikah lagi dengan lelaki lain. Bagi wanita selama menjalani masa iddah ada beberapa  yang tidak boleh atau terlarang untuk dilakukan,yakni:

  1. Larangan menerima lamaran (khitbah) dan menikah pada wanita cerai hidup.

Hal ini berdasar pada dalilnya Al-Qur’an: ”Dan janganlah kamu ber’azam (bertetap hati) untuk berakad nikah, sebelum habis iddahnya.” (QS Al-Baqarah [2] : 235).

Dalam tafsirnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para ulama telah sepakat bahwa akad nikah tidak sah jika dilakukan dalam masa iddah.

  1. Larangan khitbah secara terang-terangan (tashrih ) namun boleh dengan sindiran (ta’ridh) untuk wanita yang cerai mati.

Hal ini tertuang dalam: “Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu yang ditinggal mati suaminya dalam masa iddahnya) dengan sindiran.” (QS. Al-Baqarah: 235)

Sindiran yang dimaksud adalah dengan menggunakan bahasa kiasan atau isyarat yang dipahami sebuah keinginan untuk menikahinya.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 296 times, 10 visits today)

REKOMENDASI

One Thought to “5 Larangan Bagi Wanita Saat Menjalani Masa Iddah”

  1. avrilia

    Terimakasih tentang penjelasannya,, sangat bermanfaat bagi saya. karena saya dalam masa iddah.

Leave a Comment