10 Cara Membersihkan Hati

doa

Ustadz Aam yang dirahmati Allah Swt, mohon penjelasan bagaimana caranya agar hati kita suci sehingga seluruh perbuatan kita menjadi lurus? Terima kasih atas jawaban dan penjelasannya.

 

Hati merupakan penguasa atau panglima untuk seluruh organ tubuh kita. Kalau hati bersih, insya Allah seluruh perbuatan kita akan lurus, namun kalau hati itu kotor, seluruh perbuatan akan menyimpang dari rel kebenaran.

Hati itu bagaikan kaca mata. Kalau kita menggunakan kaca mata yang bening, apa yang kita lihat akan tampak apa adanya. Yang putih akan jelas putihnya, yang coklat muda akan jelas warna aslinya.

Namun, kalau kita menggunakan kaca mata hitam, apa yang kita lihat tidak akan sesuai aslinya. Yang putih akan kelihatan abu muda dan warna coklat muda akan menjadi coklat tua. Demikian juga hati, kalau hati jernih, kita akan melihat realita itu apa adanya, sementara kalau hati kita kotor atau hitam, kita akan melihat realita itu tidak seperti sebenarnya.

Oleh karena itu, mulia tidaknya seseorang tidak dilihat dari tampilan lahiriahnya tapi dari performa batiniah atau hatinya.

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta-harta kamu tapi melihat hati dan perbuatanmu.” ( H.R. Muslim)

Al Qurtubi berkata, “Ini sebuah hadis agung yang mengandung pengertian tidak diperbolehkan nya bersikap terburu-buru dalam menilai baik atau buruknya seseorang hanya karena melihat gambaran lahiriah dari perbuatan taat atau perbuatan menyimpangnya.”

Ada kemungkinan, di balik pekerjaan saleh yang lahiriah itu, ternyata di hatinya tersimpan sifat atau niat buruk yang menyebabkan perbuatannya tidak sah dan dimurkai Allah Swt. Sebaliknya, ada kemungkinan pula seseorang yang terlihat teledor dalam perbuatannya atau bahkan berbuat maksiat, ternyata di hatinya terdapat sifat terpuji yang karenanya Allah Swt. memaafkannya.

Sesungguhnya perbuatan-perbuatan lahir itu hanya merupakan tanda-tanda dhanniyyah (yang diperkirakan) bukan qath’iyyah (bukti-bukti yang pasti). Oleh karena itu tidak diperkenankan berlebih-lebihan dalam menyanjung seseorang yang kita saksikan tekun melaksanakan amal saleh, sebagai mana tidak diperbolehkan pula menistakan seorang muslim yang kita pergoki melakukan perbuatan buruk atau maksiat. Demikian Imam Qurtubi menjelaskan dalam tafsirnya.

Dalam riwayat lain disebutkan, Ali bin Abi Thalib r.a. menceritakan bahwa Rasulullah Saw. bersabda, “Tiada satu hati pun kecuali memiliki awan seperti awan menutupi bulan. Walaupun bulan bercahaya, tetapi karena hatinya ditutup oleh awan, ia menjadi gelap. Ketika awannya menyingkir, ia pun kembali bersinar.” ( H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberikan ilustrasi yang sangat indah. Hati manusia itu sesungguhnya bersih atau bersinar, namun suka tertutupi oleh awan kemaksiatan hingga sinarnya menjadi tidak tampak. Oleh sebab itu, kita harus berusaha menghilangkan awan yang menutupi cahaya hati kita. Bagaimana caranya?

1. Introspeksi diri

Introspeksi diri dalam bahasa Arab disebut Muhasabatun Nafsi, artinya mengidentifikasi apa saja penyakit hati kita. Semua orang akan tahu apa sebenarnya penyakit qalbu (hati) yang dideritanya  “Hai, orang-orang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari  esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” ( Q.S. Al-Ĥasyr [59]: 18)

2. Perbaikan Diri

Perbaikan diri dalam bahasa populer disebut taubat. Ini merupakan tindak lanjut dari introspeksi diri. Ketika melakukan introspeksi diri, kita akan menemukan kekurangan atau kelemahan diri kita. Nah, kekurangan-kekurangan tersebut harus kita perbaiki secara bertahap. Alangkah rugi kalau kita hanya pandai mengidentifi kasi kelemahan diri tapi tidak memperbaikinya.

“Hai, orang-orang beriman! Berto bat lah kepada Allah dengan tobat yang sungguh-sungguh. Mudah-mudahan Tuhan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke da lam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya…” ( Q.S. At-Taĥrīm [66]: 8)

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 1,821 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment