Suami Suka Melihat Video Porno

menonton tv, video porno

Teh Sasa apa kabar? Mudah-mudahan teteh dan keluarga senantiasa diberi kesehatan dan kebahagiaan oleh Allah Swt. Teh, saya ingin curhat tentang masalah yang saya alami. Saya wanita berumur 25 tahun, sudah menikah selama tiga tahun, dan punya satu orang anak. Kemarin saya berselisih paham dengan suami. Ternyata, suami saya punya kebiasaan senang menonton film porno. Hal itu saya ketahui ketika secara tidak sengaja saya menemukan film, gambar, dan artikel ‘hot’ yang menjadi koleksi pribadi suami saya. Jujur saya kecewa, marah, dan jelas saya tidak suka. Melihat sikap saya tersebut, suami malah membela diri. Dia bilang, “Kalau cuma melihat tentu tidak masalah. Anggap saja hal itu untuk meningkatkan gairah seks. Kalau melakukannya dengan orang lain, itu baru berdosa.” Suami pun balik marah kepada saya. Aneh. Saya jadi bertanya, apa memang ini salah saya? Kok seolah-olah hal seperti itu dibenarkan. Mohon tanggapannya.

 

 

Ibu, Alhamdulillah saya dan keluarga sehat. Saya sangat prihatin dengan kebiasaan suami ibu yang gemar melihat adegan porno. Hal tersebut saya nilai sangat negatif dan masuk dalam katagori berdosa karena telah melakukan zina mata dan pikiran. Berikut kutipan seorang psikolog (Dr. Victor B. Cline) dalam Psychological and Social Effects of Pornography. Beliau menerangkan bahwa ada empat tahapan perkembangan negatif terhadap konsumen pornografi, yaitu adiksi (kecanduan), eskalasi atau perilaku seksual yang semakin menyimpang (misalkan lesbian, incest, pedophilia, dll.), desentisisasi (mengurangi sensitivitas), tindakan (acting-out), serta kecanduan seks dengan berganti-ganti pasangan.

alquran muasir

Kalau ditelusuri lebih lanjut, kebiasaan menonton film porno (seperti yang dilakukan suami ibu) bisa berawal dari lingkungan pergaulan yang permissive (serba boleh), pengaruh masa kecil yang pernah melihat adegan mesum, dan (terutama) memang berniat sengaja mengakses media porno karena lemahnya iman dan rasa malu kepada Allah Swt. Hal tersebut kemudian diperparah dengan kemajuan teknologi sehingga memudahkan akses pornografi baik melalui handphone, VCD/DVD, internet, dst. Siapa pun bisa menyimpan file dan berbagi file apa saja, terlebih di internet. Menurut berita, tersedia kurang lebih 4,2 juta website porno di jagat maya. Astaghfirullah!

Memang, menurut hadits, setiap anak Adam berpeluang jatuh pada perzinahan dengan berbagai tingkatannya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Nabi Saw. bersabda: ‘Allah Swt. telah mencatat bahwa anak Adam cenderung terhadap perbuatan zina. Keinginan tersebut tidak dapat dielakkan lagi, dimana ia akan melakukan zina mata dalam bentuk pandangan, zina mulut dalam bentuk perkataan, zina perasaan yaitu bercita-cita dn berkeinginan mendapatkannya, manakala kemaluanlah yang menentukannya melakukan atau tidak.’” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Adalah bagian dari cara mendekati zina lewat media mata, yaitu memandang hal-hal yang haram. Oleh karena itu, tidaklah menjadi pembenaran bahwa untuk meningkatkan gairah seks, suami mesti melihat adegan zina orang lain terlebih dahulu. Dalam hal ini, suami dan istri wajib saling mengisi dan menutupi kekurangan satu sama lain. Ketidakpuasan dalam urusan jima harus dibicarakan tanpa harus ada pihak lain yang dijadikan media seperti film porno.

kalender

Dalam beberapa keterangan, Allah Swt. memberikan acuan mengenai cara menjaga keharmonisan rumah tangga, khususnya hubungan suami istri.

1. Jaga pandangan, kemaluan, dan aurat.
Perhatikan keterangan berikut.
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada.” (Q.S. Al-Mukmin [40]: 19)

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya…’” (Q.S. An-Nuur [24]: 30-31)

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 59)

2. Nafkah batin hanya dengan istri.
Allah Swt. berfirman,
“Istri-istrimu adalah ladang bagimu maka datangilah ladangmu itu kapan saja dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah ( yang baik) untuk dirimu, Bertakwaklah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemuiNya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 223)

3. Hindari zina dengan segala perangkatnya.
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 32)

Sunan Abi Dawud, dari Abdillah bin Buraidah, dari ayahnya berkata, Rasulullah Saw. bersabda kepada Ali bin Abi Thalib r.a.: “Zina adalah seburuk-buruk jalan dan sejelek-jelek perbuatan. Terkumpul padanya seluruh bentuk kejelekan yakni kurangnya agama, tidak adanya wara’, rusaknya muru’ah (kehormatan) dan tipisnya rasa cemburu. Hingga engkau tidak akan menjumpai seorang pezina itu memiliki sifat wara’, menepati perjanjian, benar dalam ucapan, menjaga persahabatan, dan memiliki kecemburuan yang sempurna kepada keluarganya. Yang ada tipu daya, kedustaan, khianat, tidak memiliki rasa malu, tidak muraqabah, tidak menjauhi perkara haram, dan telah hilang kecemburuan dalam hatinya dari cabang-cabang dan perkara-perkara yang memperbaikinya.”

Dari Usamah bin Zaid (rahimahullah) Rasulullah Saw. bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan fitnah di tengah-tengah manusia sepeninggalku yang lebih berbahaya daripada fitnah wanita.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Maka Nabi mengingatkan, “Bila seorang laki-laki tertarik kepada seorang wanita, maka hendaklah ia mendatangi istrinya karena apa yang ia inginkan itu ada pada istrinya.”

4. Pemeran film porno adalah orang yang tidak beriman dan keji.
Perempuan dan laki-laki yang berperan dalam film film porno adalah orang-orang yang tidak beriman dan keji sebagaimana diterangkan dalam ayat berikut.

Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji untuk perempuan–perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…” (Q.S. An-Nuur [24]: 26)

5. Suami adalah lahan dakwah dan doa bagi istri.
Karena itu, ajaklah ia pada kebenaran dan sampaikan keyakinan ibu pada suami. Kalau masih membandel atau bahkan memarahi ibu, ingatlah bahwa Allah akan senantiasa bersama ibu. Insya Allah, sepanjang ibu senantiasa sabar, takwa, tawakal dalam mengajak suami (ke jalan yang benar dan tentu saja diiringi dengan doa) suami akan dibukakan pintu hatinya untuk bertaubat. Amin. (Hj. Sasa Esa Agustiana)

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment