Membedah Kecerdasan Kaum Yahudi

yahudi

Bila mendengar kata Yahudi disebut, pasti kita berpikiran kotor. Mengapa? Tidak lain karena Yahudi adalah bangsa penjajah, pelanggar HAM, dan serta sederet imej buruk lainnya yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu. Dari zaman nabi hingga sekarang, tingkah polah mereka selalu menyakitkan umat Islam.

Sebagai negara yang tidak mempunyai tanah air, Yahudi senang menjajah bangsa lain mirip seperti bangsa kulit putih (Amerika) yang menjajah suku Indian ataupun Australia yang menjajah suku Aborigin demi menguasai tanah yang mereka tempati. Sebagai bangsa yang dimurkai oleh Allah Swt., Yahudi senantiasa berusaha menguasai dunia dengan siasatnya yang licik dan penghalalan segala cara. Tidak heran jika di mana-mana, Yahudi menjadi bangsa yang dimusuhi bangsa lain. Hampir selama 2.000 tahun mereka menjadi diaspora yang menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Dan kini, keinginan bangsa Yahudi untuk menguasai dunia telah terbukti. Berbagai elemen penting di dunia ini telah mereka kuasai mulai dari Amerika Serikat, PBB, bank dunia dan sekaligus perekonomian internasional, media masa dunia, dan lain sebagainya. Selain itu, mereka banyak melahirkan tokoh besar mulai dari ilmuwan, businessman, politikus, pakar militer, serta ekonom. Semua itu membuktikan bahwa bangsa Yahudi memang memiliki kepintaran dan kecerdasan yang luar biasa.

Pertanyaannya, bagaimana mereka bisa menciptakan generasi yang cerdas?
Menurut penelitian Dr. Stephen Carr Leon (seorang peneliti asal California Amerika Serikat yang mengamati Israel secara langsung selama 3 tahun), bila seorang wanita Yahudi hamil maka ia akan segera meningkatkan aktivitas membaca, menyanyi, bermain piano, serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera mempelajari matematika secara lebih intensif dan juga membeli lebih banyak buku tentang matematika, mempelajarinya, dan bila ada yang tidak dipahami dengan baik, didatangkanlah orang yang lebih mengerti sebagai guru. Semua itu dilakukan dalam rangka mendidik anak semenjak di dalam kandungan.

Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyusui bayinya akan lebih banyak mengkonsumsi kacang, korma, dan susu. Siang hari, ia makan roti dengan ikan tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Di samping itu, sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu makanan pun diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging tersebut bersama-sama dengan ikan karena dipercaya tidak baik bagi pertumbuhan anak. Selain itu, mereka mendahulukan makan buah-buahan sebelum menyantap roti atau nasi. Makan nasi terlebih dahulu baru kemudian makan buah dipercaya akan mendatangkan kantuk dan malas berkerja.

Selain itu, di Israel, merokok adalah hal yang tabu. Apabila Anda diundang makan di rumah orang Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah. Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan bahwa nikotin dapat merusak sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Ini merupakan penemuan dahsyat yang ditemukan oleh saintis yang mendalami bidang gen dan DNA.

Perkembangan masa anak-anak bagi orang Yahudi sangat diperhatikan. Mereka sangat memperhatikan makanan. Makanan awal bagi anak-anak Yahudi adalah buah-buahan serta kacang badam dan diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever). Anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata-rata mereka memahami tiga bahasa yaitu Hebrew, Arab, dan Inggris. Sejak kecil, mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka, bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.

Seterusnya di kelas satu hingga enam, anak-anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Segala pelajaran akan dengan mudah ditangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran sains, olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak, dan berlari. Menurut teman Yahudi Leon, memanah dan menembak dapat melatih otak untuk fokus. Disamping itu, menembak adalah bagian dari persiapan untuk membela negara.

Masuk ke universitas, bangsa Yahudi diprioritaskan untuk belajar di fakultas ekonomi. Mungkin Anda akan terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya belajar ekonomi. Akhir tahun di universitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek sekaligus diharuskan untuk mempraktikannya. Mereka akan dinyatakan lulus jika tim (yang terdiri dari 10 orang mahasiswa) mendapatkan keuntungan sebanyak $US 1 juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataannya.

Percaya atau tidak, tentunya semua diserahkan kepada masing-masing orang. Namun, dilihat dari kenyataan yang ada, memang banyak sekali orang Yahudi yang pintar. Ini adalah tantangan bagi kita sebagai umat Islam untuk mengungguli kepintaran mereka. Oleh karena itu, jangan merasa puas dengan ilmu yang sudah Anda miliki saat ini. Teruslah belajar agar generasi muslim selanjutnya dapat mengalahkan Yahudi dalam segala bidang. Allahu akbar! [Ali]

Editor Bahasa: Desi

(Visited 207 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment