Bersenda Gurau Boleh Saja, Asal Perhatikan Rambu-Rambu ini!

bercanda

Siapa yang tidak pernah bergurau? Jawabannya, hampir semua orang pernah bergurau. Tidak peduli pejabat atau pun rakyat jelata, tua atau pun muda, di rumah atau pun di tempat kerja. Ya, bergurau adalah salah satu cara kita menjaga keharmonisan dan keeratan sebuah hubungan, baik persahabatan, pernikahan, kekerabatan, atau pun relasi kerja. Banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari senda gurau. Manfaat paling utama adalah gurauan dapat mencairkan suasana sehingga komunikasi yang terjalin menjadi lebih santai dan tidak kaku.

Bersenda gurau juga dilakukan oleh Rasulullah Saw. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa beliau suka bercanda dengan istri dan para sahabat untuk mengambil hati dan membuat mereka gembira. Tentu saja, senda gurau dan canda tawa yang dilakukan Rasul ada batasannya. Aisyah r.a. meriwayatkan, “Aku belum pernah melihat Rasulullah Saw. tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Memang, dalam ajaran Islam disebutkan bahwa sesuatu (sikap) yang berlebihan itu dilarang, termasuk di dalamnya adalah bersenda gurau. Alih-alih mencairkan suasana, senda gurau yang berlebihan terkadang dapat menyulut amarah dan pertengkaran. Oleh karena itu, kita harus tahu batas gurauan yang diperkenankan dalam Islam. Berikut beberapa hal (yang disarikan dari keterangan Al-Qur’an dan hadits) seputar senda gurau yang harus kita perhatikan.

1. Luruskan niat bersenda gurau, yakni untuk menghilangkan kepenatan, rasa bosan, dan menyegarkan suasana.
2. Hindari bersenda gurau yang dapat menyakiti perasaan orang lain, misalnya menuduh seseorang melakukan sesuatu padahal belum tentu kebenarannya, menceritakan aib orang lain, merendahkan harga diri serta kewibawaan orang lain.
3. Bercanda sebaiknya dilakukan bersama saudara dan sahabat (yang benar-benar sudah dekat) untuk menghindari salah paham.
4. Tidak memudharatkan diri sendiri.
5. Hindari ucapan atau kata-kata yang dapat menimbulkan perselisihan, keributan, apalagi sampai mengakibatkan tindak kekerasan atau anarki.
6. Gurauan hendaknya tidak melewati batas, misalnya dengan mengucapkan kata-kata kotor atau celaan.
7. Sebaiknya senda gurau dilakukan pada waktu yang tepat. Lihatlah situasi dengan baik dan cobalah untuk lebih sensitif agar gurauan yang disampaikan tidak memancing kemarahan.
8. Tidak menjadikan agama sebagai bahan olok-olok.
9. Berguraulah dengan cara yang sopan dan pantas, khususnya ketika sedang bersama-sama dengan orang yang lebih tua.
10. Tidak tertawa berlebihan atau terbahak-bahak sebagaimana dicontohkan oleh Rasul dalam hadis tersebut di atas.
11. Tidak bergurau melewati batas norma yang ada.
12. Hindarilah senda gurau dengan seseorang yang tidak senang bercanda karena akan menimbulkan akibat buruk terhadap hubungan keduanya.
13. Jangan bercanda ketika sedang membahas perkara-perkara yang serius. Selain akan memecahkan konsentrasi, hal tersebut akan membuat pembicaraan tidak fokus.
14. Gurauan yang dilarang oleh Islam adalah menakut-nakuti sesama muslim, berdusta, melecehkan orang lain, profesi, atau kelompok tertentu.
15. Bercandalah dengan orang yang memang sama-sama membutuhkan hiburan.

Semoga bermanfaat!

donasi perpustakaan masjid

[Sarah & Muslik]

Editor Bahasa: Desi

(Visited 108 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment