Ini Pesan Dokter Bagi Orangtua Yang Anaknya Didiagnosis Autisme

anak, saleh

Bagi orang tua, mendengar sang anak didiagnosis autisme memang tidak mudah. Namun, perlu diingat bahwa orang tua memegang peranan amat penting dalam penatalaksanaan anak dengan autisme.

Untuk itu, ketika ada orang tua yang mengonsultasikan anaknya, psikiater anak dan remaja di Klinik Tumbuh Kembang & Edukasi Terpadu RS Pondok Indah, dr Ika Widyawati SpKJ(K) mengatakan dirinya melihat kondisi si anak sekilas dan nomor satu yang saat itu lebih penting adalah bagaimana kondisi orang tuanya.

“Perlu dilihat bagaimana orang tua menghadapi emosinya. Baiknya jangan menyangkal karena memang kondisi anak seperti itu. Bicara seperti ini saya akui memang gampang tapi penting juga bagi orang tua untuk bisa menguasai perasaan dia dulu,” kata dr Ika seperti dikutip dari detikHealth belum lama ini.

Jika kondisi emosi orang tua tidak stabil, tidak dapat menerima mengapa anaknya seperti itu, dikatakan dr Ika kapan anak akan diterapi. Emosi yang tidak stabil juga bisa membuat orang tua shoping doctor di mana memeriksakan anaknya ke banyak dokter. Padahal, menurut dr Ika justru itu bakal membuang energi, biaya, dan waktu. Sebaiknya, konsultasikan anak pada dokter yang memang menanganinya sejak awal.

Jika orang tua sudah mampu menghadapi emosinya, selanjutnya perlu untuk menghadapi fakta bahwa hidup tetap berjalan dan tidak bisa mengulang masa lalu. dr Ika juga menekankan pentingnya agar orang tua tidak memiliki perasaan bersalah.

promooktober1

“Tutuplah masa lalu dan buka lembaran baru. Anak ini mau diapakan gitu lho. Sadari pula bahwa anak butuh support. Kalau orang tua sibuk coba sempatkan tanya langsung ke terapis atau dokternya gimana progres anak. Jangan melulu semuanya diserahkan pada si mbak. Lalu konsultasi lah ke orang yang kompeten. Jadilah orang tua yang cerdas, sehat jiwa raga dan selalu berpikir positif,” lanjut dr Ika.

Jika kakak atau adik si anak tidak autisme, dr Ika menekankan jangan pisahkan mereka. Biarkan mereka dekat sedari kecil sehingga si kakak atau adik paham bagaimana kondisi saudaranya itu. Bukan tanpa alasan, dr Ika menegaskan hal itu penting dilakukan karena nanti saat si anak dengan autisme ini besar, pasti saudaranya yang akan mengurusnya ketika kelak kedua orang tuanya sudah tidak ada. [ ]

 

Red: admin

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

(Visited 38 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment