Mereka Ini Yang Korupsi Akidah

Oleh:Syarif Hidayat,S.Ag ,M.Pd.I*

Indonesia sejak lepas dari kolonial barat konon mengalami masa kemerdekaan fisikal, namun sampai saat ini kesejehteraan bangsa yang didamba-dambakan itu tidak kunjung berwujud. Kran demokrasi yang digulirakan sejak jatuhnya rezim orde baru alih-alih menjadi katalisator kesejahteraan rakyat, justeru yang terjadi malah menjadi ajang berlomba-lomba korupsi ‘berjama’ah’ yang dilakukan oleh para wakil rakyat yang dulu sebelum terpilih menyatakan ketegasannya untuk menolak korupsi. Akibatnya, kepercayaan masyarakat terhadap kader-kader partai kian berkurang seiring dengan maraknya penangkapan dan pengungkapan kasus-kasus korupsi tersebut oleh fihak KPK. Memang benar, korupsi merupakan pangkal penderitaan bangsa ini yang tak berujung. Lebih daripada itu, faktanya korupsi menjadi biang kemaksiatan. Bisa dikatakan, berbagai kejahatan bersumber dari praktek korupsi. Dan inilah potret demokrasi yang berubah wujud menjadi democrazy (kegilaan masyarakat).

Kita sepakat bahwa sepanjang kasus korupsi tidak tuntas diberantas maka kesejahteraan rakyat hanya mimpi belaka, tidak akan pernah benar-benar nyata, hanya menjadi komoditas dagangan para kandidat legislator yang ingin meraup suara rakyat sebanyak-banyaknya dengan obral janji dan kebohongan semata. Mereka seakan-akan melupakan bahwa kebohongan adalah pangkal perbuatan jahat yang akan menjerumuskan pelakunya ke neraka. Sebagaimana Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah mewanti-wanti supaya kita menjauhi perkataan dusta dalam sabdanya, Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa menunjukkan kepada neraka, dan sesungguhnya seseorang yang biasa berdusta ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (Muttafaq ‘Alaih)

Sehingga, koruptor merupakan orang yang paling celaka, karena ia menjadi muara kejahatan-kejahatan lainnya. Namun demikian, ada korupsi bentuk lain yang kadangkala masyarakat tidak mengenalnya, yaitu korupsi aqidah. Jika korupsi harta Negara disebut kejahatan tingkat elit, maka sejatinya korupsi aqidah merupakan kejahatan yang merata, dari tingkat alit ke tingkat elit, dari kelas teri hingga kelas kakap. Sebab, korupsi aqidah bukan sekedar merugikan kepentingan Negara tetapi juga merugikan kepentingan dunia dan akhirat,

Jika harta Negara saja dikorupsi maka ratusan juta rakyat menderita, maka apalagi jika yang dikorupsi adalah aqidah yang menjadi world of view seseorang. Gerakan-gerakan dhâl mudhil yang semakin marak akhir-akhir ini pada hakikat adalah para koruptor aqidah. Mereka mengubah pola pikir umat menjadi radikal dan tidak mengenal belaskasihan. Harakah hadamah (gerakan penghancur moral dan tauhid) menjadi fakta tak terbantahkan adanya praktek korupsi aqidah di negeri yang kita cintai ini. Namun yang paling massif merusak keyakinan mayoritas kaum muslimin Indonesia yang beraqidah Ahlu Sunnah wal Jam’ah adalah aliran Syi’ah.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 135 times, 2 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment