Ini Alasan Pentingnya Berbakti Kepada Orangtua (Ibu)

orang tua

Yang perlu menjadi perhatian adalah, mengapa Anda harus berbakti kepada orangtua dan memuliakan mereka?

  1. Pertama, berbakti kepada orangtua merupakan pesan universal seluruh agama Samawi, yaitu agama yang diturunkan langsung oleh Allah Swt. (Kristen, Yahudi, Ahli Kitab, dan Islam).

Disebut agama Samawi karena ada nabi dan kitab yang wajib diimani. Nasrani memiliki Nabi Isa a.s. dan Injil merupakan kitab sucinya. Yahudi memiliki Nabi Musa a.s. dan Nabi Daud a.s., kitabnya adalah kitab Taurat dan Zabur. Sementara, Islam memiliki Nabi Muhammad Saw. dan Al-Qur’an adalah kitab sucinya.  Lalu, apa kaitannya agama Samawi dengan berbakti kepada orangtua? Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 83, Allah Swt. berfirman:

Ingatlah, ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, ‘Jangan kamu menyembah selain Allah, berbuat baiklah kepada kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Berkatalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat, dan tunaikan zakat.’ Namun, kamu berpaling dan membangkang, hanya sebagian kecil dari kamu yang taat.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 83)

Dalam ayat ini, Allah menyeru Bani Israil untuk berbuat baik dan berbakti kepada orangtua. Perlu Anda ketahui bahwa Bani Israil merupakan sebutan untuk kaum Nabi Ibrahim, ayah dari Nabi Ismail a.s. Singkatnya, putra kedua Ibrahim, Nabi Ishak a.s., memiliki putra bernama Yakub a.s. dan Yakub memiliki 12 orang putra yang satu di antaranya bernama Yehuda, nenek moyang bangsa Yahudi. Dari Yehuda ini, lahirlah banyak keturunan, kebanyakan dari mereka adalah nabi, di antaranya Nabi Musa a.s., Nabi Daud a.s., Nabi Sulaiman a.s., Nabi Zakaria a.s., Nabi Yahya a.s., dan Nabi Isa a.s. Pertanyaannya, apa hubungan semua ini dengan agama Samawi?

Menurut istilah, bani berarti anak-anak dan Israil berarti yang dikasihi dan dicintai Allah Swt. Kaum Bani Israil dicintai Allah Swt. karena banyak sekali nabi yang lahir dari keturunannya. Merujuk kembali pada firman Allah tadi, dengan gamblang Allah menyeru Bani Israil untuk, salah satunya, berbuat baik kepada kedua orangtua. Karena Nabi Musa a.s., Nabi Daud a.s., dan Nabi Isa a.s. merupakan nabi-nabi yang lahir dari kaum Bani Israil, otomatis umat Islam wajib mengimani kitab-kitab mereka: Taurat, Zabur, dan Injil, serta wajib mengikuti apa yang Allah serukan kepada Bani Israil, yaitu berbakti kepada kedua orangtua.

promo oktober

 

  1. Kedua, berbakti kepada kedua orangtua merupakan ibadah terpenting setelah ibadah kepada Allah Swt. Allah berfirman dalam Surah An-Nisā’ ayat 36.

Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan apa pun. Berbuatbaiklah kepada kedua orangtua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguh-nya, Allah tidak menyukai orang sombong dan membanggakan diri.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 36)

Berdasarkan ayat tersebut, Allah Swt. melarang manusia menyekutukan-Nya dengan apa pun dan kemudian memerintahkan kita berbuat baik kepada kedua orangtua. Artinya, kedudukan ibadah kepada orangtua sangat penting, posisinya berada tepat setelah ibadah kepada Allah Swt. Sehingga, Anda tidak boleh menyepelekan hal ini. Karena, boleh jadi, seseorang yang ibadahnya bagus, tetapi ia memperlakukan orangtuanya dengan buruk, maka ia akan sangat sulit masuk ke dalam surga.

Seperti kisah Alqamah. Dia adalah orang yang sangat saleh. Akan tetapi, Allah mempersulit sakaratul mautnya karena ibu Alqamah murka terhadapnya.

Atau kisah lain dari seorang sahabat  yang datang kepada Rasulullah Saw. Dia berkata, “Ya Rasulullah, izinkan aku ikut berjihad denganmu.” Karena Rasulullah Saw. tahu dia memiliki orangtua yang sudah uzur, maka Rasulullah Saw. pun menjawab, “Bagaimana dengan ibu dan bapakmu? Berjihadlah dengan mengurus mereka sebaik-baiknya.

Sudahlah jelas bahwa berbakti kepada orangtua merupakan bentuk jihad lain yang pahalanya sama dengan berperang memperjuangkan agama Islam. Jadi sungguh, berbakti pada orangtua bukanlah hal yang bisa Anda abaikan, bukan? [ ]

 

*Disarikan dari bukuMuliakan Ibumukarya Dr.H. Aam Amiruddin

 

Buku Muliakan Ibumu 1

Red:admin

Editor: Iman

Ilustrasi foto: Norman

 

(Visited 110 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment