Ustadz Aam Serahkan Wakaf Al-Qur’an ke Lapas Wanita

Hari Selasa (3/5/2016) kemarin menjadi hari yang istimewa sekaligus membahagiakan bagi ratusan wanita binaan yang ada di Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin Kota Bandung. Pasalnya, pada hari tersebut mereka mendapat kunjungan sekaligus pembagian Al-Qur’an dari jamaah Percikan Iman dan radio OZ 103,1 FM Bandung. Wakaf Al-Qur’an menjadi kado istimewa bagi para wanita di Lapas Sukamiskin menjelang bulan Ramadhan yang tak lama lagi tiba.

Kasie Pembinaan dan Pendidikan Lapas Wanita Kelas IIA Sukamiskin, Ina Imaniati, S.Psi, M.Si dalam sambutannya menyatakan rasa bahagia atas kepedulian terhadap kepada warga binaannya. Saat ini, kata Ina,  Lapas Wanita Sukamiskin dihuni 420 orang dan 9 bayi.

“Apalagi ini yang akan dibagi adalah Al-Qur’an dan yang menyerahkan adalah ustadz Aam langsung tentu wajar jika kami merasa bahagia dan istimewa,”ujarnya.

Mewakili warga binaan, Ina berharap semoga kepedulian ini bukan hanya berlangsung hari ini saja dengan menyerahkan Al-Qur’an, melainkan ada pembinaan yang berkelanjutan. Sebab,  warga lapas wanita yang dipimpinnya sangat membutuhkan pembinaan khususnya masalah keagamaan, kerohanian dan spiritual keislaman lainnya.

Diakuinya, saat ini untuk pembinaan kerohanian juga sudah berjalan, namun kurang intensif. Dengan adanya wakaf  Al-Qur’an dari jamaah Percikan Iman ini diharapkan semangat belajar khususnya mengaji menjadi bertambah, sebab selama ini jumlah Al-Qur’an yang tersedia sangat terbatas.

promooktober

“Alhamdulillah mulai hari ini warga binaan akan mempunyai Al-Qur’an sendiri sehingga bisa baca dan belajar kapan saja,”pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut sebelum menyerahkan wakaf Al-Qur’an, ustadz Aam Amiruddin didaulat untuk memberikan tausyiah dan semangat kepada warga binaan. Dalam tausyiahnya, ust.Aam menyampaikan bahwa pada hakikatnya hidup ini tidak datar yang artinya pada suatu waktu seseorang pasti akan mengalami saat “naik” dan “turun”. Namun bagi seorang yang beriman hal tersebut sebagai ujian hidup dan keimanan.

“Saat merasa diatas dengan segala kenikmatan dan kebahagian hidup yang harus dilakukan adalah sikap syukur,namun sebaliknya saat merasa dibawah dengan segala kepedihan dan penderitaan hidup maka sikapnya adalah dengan bersabar,”ujarnya.

Ustadz Aam sedikit menjelaskan tentang kandung Al-Qur’an surat Ali-‘Imran ayat 200 yang artinya “Hai, orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu. Tetaplah waspada dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung”. Menurut ustadz Aam bahwa rumus kesabaran itu setelah ia mampu bersabar maka harus diperkuat lagi rasa kesabaran tersebut serta tetap waspada. Sebab,sambung ustadz Aam,pada hakekatnya sabar itu tidak ada batasanya maka bisa jadi ditengah jalan sikap tergoda untuk menyerah.

Mengenai perjalanan hidup, ustadz Aam menerangkan  tidak ada manusia yang bersih atau luput dari kesalahan sehingga jika ada orang yang mengaku tidak punya salah atau dosa justru di situlah kesalahannya, sebab ia menganggap dirinya paling bersih. Untuk itu, ustadz Aam mengimbau agar tak berputus asa jika dalam hidupnya ada yang pernah berbuat salah atau khilaf.

“Manusia baik itu bukan berarti tidak pernah berbuah salah,namun ketika berbuat salah,ia segera mengakui kesalahannya kemudian bertaubat tidak akan mengulangi lagi serta mengiringinya dengan amal shaleh,”terangnya.

Sementara terkait dengan bacaan Al-Qur’an, ustadz Aam memberi nasihat agar para wanita yang kini menjadi warga binaan Lapas Wanita Sukamiskin untuk tidak berkecil hati jika masih ada yang belum bisa membaca Al-Qur’an dengan lancar. Hal tersebut bisa diatasi dengan belajar untuk membacanya, belajar untuk memahami isinya kemudian belajar untuk mengamalkannya.

Ustadz Aam juga menjelaskan tahapan dalam membaca Al-Qur’an yakni qiraah yang artinya membaca Al-Qur’an namun belum lancar atau masih ada yang salah. Kemudian tilawah yang berarti membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta lancar.

ustadz Aam Amiruddin serahkan wakaf Al-Qur'an di Lapas Wanita Sukamiskin

“Berikutnya tadabur yakni membaca Al-Qur’an dengan tartil yang diikuti dengan memahami isinya selanjutnya mengamalkannya. Jadi ibu-ibu atau sahabat-sahabat sekalian tidak perlu minder jika belum lancar sebab semua ada pahalanya dan bernilai ibadah dihadapan Allah Swt,”ajaknya memberi semangat.

Tak lupa diakhir tausyiahnya ustadz Aam mengajak semua yang hadir khususnya warga binaan Lapas Wanita agar senantiasa berdoa bagi para muawakif yang telah mewakafkan Al-Qur’an semoga diberikan keberkahan dan kesejahteraan dalam hidupnya baik bagi pribadi maupun keluarganya.

“Semoga pula setiap huruf Al-Qur’an yang ibu-ibu pelajari dan baca mendatangkan kebaikan dan amal shaleh bagi semua, baik yang membacanya dan para muwakif  dan keluarganya,”pungkasnya.

Acara diakhiri dengan doa dan pembagian wakaf Al-Qur’an oleh ustadz Aam  kepada sejumlah warga binaan Lapas Wanita Sukamiskin yang diterima secara simbolis oleh Ina . Beberapa warga binaan mengaku sangat terharu dan bersyukur dapat Al-Qur’an Almuasir dengan terjemah yang mudah dipahami.

ustadz Aam Amiruddin serahkan wakaf Al-Qur'an di Lapas Wanita Sukamiskin

“Alhamdulillah senang karena ada yang peduli. Insya Allah  (Al-Qur’an) akan dibaca setiap hari,”ujar salah satu warga binaan yang enggan menyebut namanya.

Ke depannya akan dilakukan pembinaan yang intensif dan terarah sehingga warga binaan mempunyai target yang jelas dalam belajar Al-Qur’an sehingga diharapkan setelah selesai menjalani masa pembinaan dan kembali membaur di masyarakat dapat mengajarkan kepada keluarga dan lingkungannya. [Iman ]

Editor: Candra

(Visited 185 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment