Jejak Sejarah Nabi Adam AS (Tafsir Surat Al-Baqarah [2]: 34-39) Bag. 1

galaksi1

Oleh : DR. Aam Amiruddin

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. Q.S Al-Baqarah [2]: 34

Kelahiran Nabi Adam a.s. merupakan ikon terciptanya makhluk baru dalam sejarah kehidupan. Dalam catatan sejarah yang diabadikan Al-Quran, penciptaan Adam diikuti sederet peristiwa istimewa yang menunjukkan betapa manusia merupakan makhluk yang secara sengaja diciptakan dengan wujud sempurna dan dipenuhi kemulyaan. Mengawali ciptaannya, Allah telah melebihkan manusia dari makhluk lain dengan memberinya bekal ilmu yang akan terus berkembang melalui peran vital akal yang melengkapi kesempurnaan tersebut. Kelebihan berikutnya adalah instruksi Allah terhadap para malaikat untuk bersujud kepada Adam. Sujud dalam arti penghormatan, pengagungan, penghargaan, pemberian salam, dan ketaatan kepada Allah karena malaikat senantiasa menjalankan perintah Allah.

Namun kenyataan seperti itu bukanlah alasan bagi manusia untuk menyombongkan diri. Ketahuilah bahwasannya kehebatan yang diberikan Allah kepada manusia bukan tanpa maksud. Sadarlah, bahwasannya manusia terlahir dengan tugas berat sebagai khalifah di muka bumi ini. Perlu dicermati pula bahwa sujudnya malaikat kepada manusia hanyalah sebagai petunjuk bahwa malaikat merupakan makhluk suci yang tiada pernah membangkang perintah Allah.

Selain malaikat yang selalu taat, ada pula makhluk ciptaan Allah yang selalu sinis dan akhirnya tidak menerima instruksi Allah Swt. tersebut di atas. Makhluk tersebut bernama iblis. Siapakah iblis itu?

promooktober

Beberapa pendapat mencoba mendeskripsikan siapa sebenarnya iblis sehingga berani membangkang perintah Tuhannya. Sebagian pendapat mengatakan bahwa iblis merupakan bagian dari jenis malaikat yang disebut jin. Iblis memiliki kedudukan sebagai ketua jin dan penjaga pintu surga. Dia memiliki kerajaan langit dunia dan kerajaan bumi. Namun demikian, Ibnu Jarir (mengutip melalui sanad dari Al-Hasan) berkata, “Iblis sama sekali bukan dari golongan malaikat. Iblis adalah asli bangsa jin, sebagaimana halnya Adam adalah asli bangsa manusia. Ini merupakan kutipan yang sahih dari Al-Hasan.”

Demikianlah, tatkala Allah menyuruh para malaikat bersujud kepada Adam, maka masuk pula iblis ke dalam perintah itu. Sebelumnya iblis adalah hamba yang saleh. Dia beribadah bersama para malaikat. Tatkala Allah menyuruh bersujud kepada Adam, maka para malaikat bersujud karena taat kepada Allah. Namun karena pengaruh hasud atas kemuliaan yang telah diberikan Allah, iblis menolak perintah itu. Iblis merasa bahwa dirinya lebih baik dari Adam, bahkan dengan lantang mengatakan bahwa mereka diciptakan dari api sementara Adam diciptakan dari tanah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat lain yang berbunyi, “Allah berfirman: ‘Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?’ Menjawab iblis: ‘Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.’” (Q.S. Al-A’raaf [7]: 12)

Merasa diri lebih baik, lantas iblis berlaku sombong. Atas dasar sombong, iblis melakukan kedurhakaan dan akhirnya divonis sebagai golongan kafir. Iblis pun diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah. Sesuatu yang hendaknya menjadi pelajaran bagi kita saat merasa diri lebih dari orang lain. Dalam hadits yang sahih, Rasul bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan meski sebesar biji sawi.” (H.R. Muslim)

Ada pendapat yang mengatakan bahwa perintah sujud dalam ayat ke-34 surat Al-Baqarah tersebut di atas hanya diperintahkan kepada para malaikat Bumi. Menurut pendapat yang sahih, seluruh malaikat (baik yang ada di bumi maupun di langit) bersujud kepada Adam. Zahir ayat itu pun universal, “Maka seluruh malaikat bersujud, kecuali iblis.”

(bersambung…)

(Visited 76 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment