Mana Lebih Baik, Berjilbab Tapi Masih Senang Dugem atau Tanpa Jilbab Tapi Kelakuan Baik?

maksiat

Menurut Ustadz, mana yang lebih baik;  memakai jilbab tapi setengah-setengah (pakaian ketat dan masih suka klubing/dugem) atau tidak memakai jilbab tetapi berkelakuan baik. Secara pribadi, saya lebih memilih tidak memakai jilbab kalau belum benar-benar yakin bisa menjaga citra wanita berjilbab. Teman saya bahkan ada yang suka membuka jilbab kalau imannya sedang tidak stabil. Mohon pendapat Ustadz.



Saya setuju dengan Anda bahwa busana muslimah merupakan identitas takwa, baju yang harus menggambarkan kesalehan dan keimanan. Berjilbab bagi seorang muslimah adalah sebuah kewajiban sebagaimana diperintahkan Allah melalui ayat berikut.

iklan donasi pustaka2

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 59)

Citra wanita berjilbab hendaknya jangan sampai menjadi buruk hanya karena kelakukan segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Seharusnya atau idealnya, seorang wanita yang berbusana muslimah itu kelakuannya, perbuatannya, omongannya, dan perilakunya mencerminkan orang yang bertakwa.

Menurut pendapat saya, sikap Anda sudah bagus karena tidak mau merusak citra (pakaian muslimah). Kenapa?

[AdSense-A]

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 226 times, 1 visits today)

REKOMENDASI

Leave a Comment