KAMMI Jabar Gelar Seminar Tentang Kartini

kammi

Bidang Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Barat –menggelar kegiatan seminar tentang Kartini yang mengambil tema “Kenapa Harus Kartini ?”, Minggu (24/4/2016). Acara yang berlangsung di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung ini diikuti seratusan mahasiswa. Hadir sebagai narasumber adalah Hj.Ledia Hanifa Amaliah,S.Si (Wakil Ketua Komisi III DPR RI) serta sejarawan Prof.Ahmad Mansur Suryanegara.

Dalam paparannya Ledia Hanifa lebih banyak membahas peran perempuan dalam perbaikan bangsa. Menurutnya perempuan mempunyai andil dan potensi yang sama besarnya dengan kaum laki-laki dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khususnya di Indonesia.

alquran muasir

Meski demikian yang harus diperhatikan kaum perempuan dalam kiprahnya membangun bangsa,tetap harus menjunjung harkat dan martabat perempuan serta tidak melanggaran aturan agama (syar’i). Namun demikian bagi perempuan tidak bisa tampil diruang publik (publik figur) dan  “hanya” menjadi ibu rumah biasa tidak perlu merasa minder atau berkecil hati. Sebab,sambungnya,banyak pemimpin besar yang dapat melakukan perubahan dunia lahir dari seorang ibu yang hebat.

Sementara itu Ahmad Mansur lebih banyak menyoroti aspek perempuan dari sisi sejarah khususnya dalam era merebut kemerdekaan di Indonesia. Peran perempuan dalam kiprahnya sebagai  partner (mitra) perjuangan kaum adam menjadi sangat istimewa karena nyatanya banyak tokoh perempuan yang menjadi tokoh sejarah.

Hadirnya perempuan dalam setiap perjuangan bukan sekedar pelengkap catatan sejarah melain juga menjadi kunci utama dalam pembukaan sejarah bangsa. Hal ini terjadi bukan hanya di awal perjuangan kemerdekaan hingga setelah Indonesia merdeka. Bahkan,sambungnya, di zaman para Nabi dan Rasul, perempuan menjadi mitra dalam berdakwah.

kalender

Sementara menjawab pertanyaan,mengapa harus Kartini yang menjadi pahlawan emansipasi?. Padahal dalam sejarah banyak tokoh perempuan yang berjuang bukan hanya dengan harta bahkan nyawanya dalam kemerdekaan. Ahmad Mansur menjelaskan bahwa Kartini lahir menjelang akhir abad 19 dimana bangsa Indonesia merdeka pada masa itu,sehingga untuk mengenang jasa Kartini dalam mengangkat harkat perempuan Indonesia,tidaklah keliru memilihnya sebagai tokoh emansipasi.

Meski demikian pro kontra atas hal tersebut tidak perlu terus diperdebatkan karena setiap tokoh khususnya perempuan dalam perjuangan Indonesia mempunyai keistimewaan masing-masing. Terpenting menurut penulis buku “Api Sejarah” ini adalah sikap menghargai jasanya dan melanjutkan perjuangannya dimasa kini.

Editor : Iman

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah