Komunikasi Qur’ani dengan Buah Hati, Begini Caranya

anak perempuan

Crutchfield & Ballachey (1992: 6) menyebutkan bahwa communication is the interchange of meaning among people. Artinya, komunikasi adalah pertukaran makna di antara orang-orang. Saat berkomunikasi dengan anak, sesungguhnya kita sedang melakukan pertukaran makna. Artinya, kita berusaha menyampaikan apa yang ada dalam pikiran dan hati dengan menggunakan bahasa sebagai simbol yang bisa dipahami oleh anak-anak.

Sehingga, diharapkan apa yang disampaikan melalui bahasa itu bisa dipahami oleh mereka. Oleh karena itu, Wood (1997: 40) menegaskan bahwa meaning is the heart of communication. Artinya, pemaknaan adalah jantung atau inti dari komunikasi. Komunikasi dianggap berhasil atau efektif apabila orang yang diajak berkomunikasi memahami makna apa yang kita inginkan.

alquran muasir

Mungkin kita banyak bicara pada anak, tetapi jika mereka tidak bisa menangkap makna yang diinginkan, komunikasi itu dianggap gagal. Banyak orangtua yang mengatakan pada anaknya, “Mama udah sering bicara, tapi kok kamu nggak ngerti juga, ya?”

Kalau ada kasus semacam ini, orangtua jangan dulu menyalahkan anak, tetapi harus melakukan introspeksi. Mengapa anaknya sampai tidak mengerti? Boleh jadi, ketidakmampuan anak memahami makna yang disampaikan akibat dari ketidakmampuan orangtua berkomunikasi secara efektif.

Orangtua harus berusaha melatih kemampuan berkomunikasi dengan anak. Alasannya, kegagalan dalam komunikasi akan melahirkan dampak buruk, baik secara individu maupun sosial. Secara individual, kegagalan tersebut akan menimbulkan frustasi, demoralisasi, alienasi, dan penyakit-penyakit jiwa lainnya. Banyak kasus anak menjadi pembangkang, pemberontak, melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama dan kesopanan, misalnya terlibat tawuran, mabuk-mabukan, bahkan narkoba.

kalender

Ternyata, hal itu disebabkan karena kegagalan komunikasi dengan orangtuanya. Anak-anak merasa frustasi karena sudah tidak bisa berkomunikasi dengan orangtua mereka, dan akhirnya melakukan protes dalam bentuk perilaku yang membuat orangtua kecewa. Semakin kecewa orangtua dengan kelakuan tersebut, mereka semakin tahu bahwa usahanya berhasil. Inilah bahaya apabila orangtua dan anak mengalami kegagalan dalam komunikasi.

Secara sosial, kegagalan komunikasi akan menghambat saling pengertian, kerja sama, dan toleransi. Akhir-akhir ini kita kerap membaca berita di koran dan majalah serta menyaksikan berita di televisi mengenai kekerasan yang dilakukan satu kelompok orang terhadap kelompok lainnya. Mengapa hal itu terjadi? Salah satu penyebabnya karena adanya kegagalan dalam berkomunikasi.

Suami dan istri yang gagal membangun komunikasi, secara sosial sangat mungkin akan mengalami perceraian. Saat pihak manajemen dan karyawan mengalami kegagalan komunikasi sangat mungkin akan menghambat kinerja. Jangan sepelekan komunikasi karena akan menjadi penyebab dampak buruk secara sosial.

Mengingat peranan komunikasi yang begitu strategis dan penting dalam membangun relasi individual dan sosial yang sehat, cukup logis apabila fenomena komunikasi dibahas cukup rinci dalam Al-Qur’an. Al-Qur’an membahas komunikasi dengan istilah qaulan yang artinya pembicaraan atau perkataan. Paling tidak ditemukan enam fenomena qaulan dalam Al-Qur’an, yaitu Qaulan Sadida, Qaulan Baligha, Qaulan Ma’ruufan, Qaulan Kariiman, Qaulan Layyinan, dan Qaulan Maysuura. [ ]

 

Disarikan dari buku “Muliakan Ibumu” karya Dr.H.Aam Amiruddin

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah