Tanamkan Cinta Kepada Allah Sejak Dini, Begini Langkahnya

Salah satu tugas pokok orangtua adalah mengajarkan tentang agama kepada anak-anaknya  sedini mungkin. Pengajaran agama yang utama adalah masalah ketauhidan (akidah) yakni mengesakan akan adanya Allah Swt sebagai pemilik dan pengatur alam semesta ini. Mengenalkan Allah menjadi sangat penting dan menjadi pokok pengajaran agama (diniyah) sebab hal ini akan menjadi pondasi ketauhidan pada praktek ibadahnya berikutnya setelah mereka dewasa.

Namun, harus diakui bahwa menanamkan ketauhidan (mengenalkan Allah) kepada anak-anak bukanlah perkara mudah. Diperlukan keteladan dan kesabaran serta dilakukan secara kontinu ataupun bertahap sehingga anak akan paham sesuai dengan tahap perkembangan usianya. Berikut beberapa langkah yang dapat dicoba dipraktekan ayah bunda tentang  mengajarkan  dan mengenalkan serta mencintai Allah pada buah hati sejak usia dini:

iklan donasi pustaka2
  1. Hindari kata atau kalimat ancaman yang menakutkan

Saat tingkah laku anak mengundang amarah terkadang orangtua mengelaurkan kata-kata ancaman yang menakutkan,semisal:

“Awas ya kalau tidak shalat nanti oleh Allah akan dimasukkan neraka”

“Awas lho nanti kalau mencuri  tangannya akan dipotong oleh Allah !”

Dan beberapa contoh kalimat yang bernada ancaman lainnya. Orangtua tentu sebenarnya mempunyai maksud yang baik yaitu mengharapkan anaknya mengerjakan ibadah dan tidak mengambil barang orang lain. Namun sebenarnya tanpa disadari didalam nasehat tersebut ternyata mengandung ancaman, adalah sesuatu yang sangat mengerikan bagi masa depan anak-anak usia dini, karena jika sering mendengar ancaman seperti diatas maka akan terekam dalam ingatan sang anak bahwa Allah itu kejam, suka menghukum, seperti memotong tangan serta menyediakan tempat penyiksaan yaitu api neraka yang menyala-nyala.

[irp posts=”1377" name=”Ajari Anak-anak Kita Dekat dengan Allah”]

Pada perkembangan selanjutnya anak-anak yang terserang doktrin ancaman dan menakutkan tersebut, bukannya takut lalu mendekat kepada Allah, melainkan memang benar-benar takut tapi ustru menjauh dari Alllah Swt. Selanjutnya di alam bawah sadar anak tersebut akan terjadi penolakan-penolakan terhadap perintah Allah Swt. Ketika di ajak mendirikan shalat tentu sang anak akan menolak kalaupun mau akan melaksandengan sangat terpaksa.

Meski begitu jika mereka telah paham (dewasa) maka konsep hukuman tersebut harus tetap disampaikan sehingga ia tidak mudah melanggar hukum (syariat) Allah. Hal ini perlu karena dengan mengetahui ancaman atau hukuman dari Allah Swt bagi para pelanggar aturan-Nya maka anak-anak akan menjadi lebih berhati-hati dalam berbuat.

  1. Berikan pesan cinta

Nasihat atau ajakan hanya dan nilai-nilai cinta serta kasih sayang biasanya akan langsung dirasakan anak-anak. Misal usai bermain biasanya anak-anak merasakan haus atau lapar maka siapkanlah air minum didalam sebuah gelas dengan sikap ramah dan senyum. Setelah ia merasa lega dan puas menikmati air minum atau makanan lezat kesukaannya, saat itulah kesempatan baik untuk melakukan dialog. Cobalah bertanya siapa yang menciptakan air atau membuat makanan menjadi enak?. Lalu jawablah bahwa Allah lah yang menyediakan demikian dengan wasilah lewat orangtua.

Jangan lupa tanamkan bahwa Allah itu Maha Kasih dan Sayang ( rahman dan rahim) kepada hamba-Nya sehingga Ia menyediakan segala keperluan kita. Dengan demikian lampbat laun dalam dirinya akan tumbuh dan berkembang rasa cintanya kepada Allah Swt.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 27 times, 4 visits today)

REKOMENDASI