Dilema Hati: Antara Berbakti Pada Mama Atau Menerima Pinangannya ?

Oleh: SasaEsaAgustiana*

Teh Sasa, saya terlahir dari keluarga broken home. Saya dan adik-adik berada dalam pengasuhan Papa.Setelah bercerai, baik Papa maupun Mama menikah lagi dan membentuk keluarga masing-masing. Belum lama ini, Mama baru saja ditinggal suaminya yang berpulang ke rahmatullah. Sebagai anak pertama, saya mempunyai tanggung jawab untuk merawat dan memenuhi kebutuhan adik-adik dan Mama mengingat beliau sudah tidak mempunyai siapa-siapa lagi.

Mungkin sekaranglah saatnya bagi saya untuk mengabdi kepada Mama.Masalahnya, pada saat yang hampir bersamaan, ada ikhwan yang hendak meminang saya dan saya merasa klop dengan ikhwan tersebut. Selain itu, kami mengaji di ustadz yang sama sehingga hubungan kami memang sudah mendapatkan lampu hijau dari ustadz yang bersangkutan. Saya sudah menjelaskan kondisi saya yang harus merawat Mama, tetapi sang ikhwan ingin agar kami cepat-cepat menikah.

Saya jadi bingung,Teh. Mana yang harus saya dahulukan, memenuhi kewajiban saya sebagai seorang anak yang sudah seharusnya menjaga dan mengabdi kepada ibu (ini pasti perlu waktu lama) atau mendahulukan itikad baiki khwan yang ingin meminang saya? Mohon sarannya ya teh.

Demikian sebuah curhatan seorang ukhti yang masuk ke pesan singkat hp penulis dan ini mungkin sekaligus jawaban bagi ukhti-ukhti yang lain yang mungkin mempunyai permasalahan yang tidak jauh berbeda. Ukhti yang dirahmati Allah Swt., ukhti patut bersyukur karena masih diberi kesempatan umur untuk berbakti kepada kedua orangtua, sekali pun mereka telah berpisah. Tidak ada istilah broken home untuk berbakti kepada kedua orangtua. InsyaAllah, semua ada hikmahnya. Ujian keimanan dan kesabaran yang telah ukhti lalui melebihi rata-rata mereka yang dikaruniai keluarga yang masih utuh. Semua peristiwa yang ukhti lalui semoga menjadi jalan untuk menemukan kasih sayang-Nya.

Alhamdulillah, saat ini ukhti diberi kesempatan untuk lebih intens berbakti kepada ibunda tercinta. Manfaatkanlah kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sebagai wujud syukur ukhti kepada Allah Swt. sekaranglah saatnya bagi ukhti untuk meluangkan waktu dan mencurahkan kasih sayang kepada ibunda tercinta. Mengenai etika atau cara berbakti kepada kedua orangtua, pada firman-firman-Nya berikutini.

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’  Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang-orang yang baik, sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertobat.” (Q.S. Al-Isra [17]: 23-25)

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku kembalimu. Dan,jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”(Q.S. Luqman [31]: 14-15)

[irp posts=”1771" name=”Tanya Ustadz Aam : Sulit Dapat Jodoh, Mungkinkah Saya Kena Kutukan?”]

“…sehingga apabila ia (anak itu) telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa,‘YaTuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhoi; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.”(Q.S. Al-Ahqaf [4[46]15-16)

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 19 times, 1 visits today)

REKOMENDASI