Ingin Jelaskan Soal IMB, Gereja GBKP Siap Dialog Dengan Warga

Seksi Hukum Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Bandung Timur Kota Bandung,Salomon Ginting menampik adaanya tudingan bahwa gerejanya tak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Hal itu disampaikan menanggapi batalnya acara pembukaan gereja oleh Walikota Bandung,Ridwan Kamil (Minggu,10/4/2016) lalu karena adanya penolakan oleh sejumlah warga sekitar. Sejumlah warga sekitar dengan didukung perwakilan ormas Islam melakukan orasi dan protes yang menyebut gereja tidak memiliki izin (IMB).

“Saya tidak mau berpolemik dan mengada-ada, silakan anda lihat dan baca sendiri papan ini,”ujar Salomon kepada wartawan sambil menunjuk papan IMB yang ditempel dekat pintu masuk gereja,akhir pekan lalu.

iklan donasi pustaka2

Ia menegaskan bahwa IMB tersebut membuktikan pihak GBKP tidak illegal dan sebaliknya sebagai warga yang taat hukum dengan mengikuti aturan yang berlaku. Mewakili jemaat GBKP, Salomon sendiri tidak mengerti mengapa masih ada warga yang melakukan protes terhadap keberadaan bangunan tersebut berikut rencana kegiatannya yang sedianya akan dihadiri Walikota Bandung itu.

Pihaknya memang mengakui bahwa awalnya bangunan tersebut belum difungsikan sebagai tempat ibadah (gereja) melainkan sarana olah raga (GOR). Hal itu menurut Salomon dimaksudkan  untuk menjaga kondusivitas dengan warga dan mengkondisikan jemaat sambil menunggu kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan tersedia.

“Sejak awal bangunan ini IMBnya memang sudah untuk gereja,hanya karena belum siap, baru kita gunakan sekarang ini,”ujarnya.

Sementara disinggung adanya perubahan IMB menjadi IMB gereja yang sempat dibekukan, Salomon mengaku tidak tahu persis permasalahan tersebut. Hanya,sambungnya, pembekuan IMB tersebut dimaksudkan untuk memenuhi beberapa persyaratan yang oleh pihak BPPT masih dianggap kurang.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 33 times, 1 visits today)

REKOMENDASI