Meninjau Sumpah Hippocrates, Islami Atau Tidak ?

Oleh: dr. H. Hanny Rono Sulistyo, Sp.OG(K), M.M*

Seperti yang telah kita bahas edisi yang lalu, Sumpah Hippocrates yang dibuat kira-kira 300 tahun sebelum masehi atau sekitar 2300 tahun yang lalu, masih dipakai di seluruh belahan bumi ini. Tujuan Hippocrates untuk membuat sumpah yang luar biasa dan mengikat dokter secara moral ini, tentunya ada hubungannya dengan upaya pencegahan penyalahgunaan kewenangan dokter ataupun malpraktik.

Lafal asli Sumpah Hippocrates adalah sebagai berikut (internet, 1 Februari 2005: Ancient Medicine 1: Hippocrates Tutor: David Noy).

  1. I swear by Apollo Physician and Asclepius and Hygieia and Panaceia and all the gods and goddesses, making them my witnesses, that I fulfil according to my ability and judgement this oath and this covenant:. (Saya bersumpah demi … bahwa saya akan memenuhi sesuai dengan kemampuan saya dan penilaian saya guna memenuhi sumpah dan perjanjian ini:).
  1. To hold him who has taught me this art as equal to my parents and to live my life in partnership with him, and if he is in need of money to give him a share of mine, and to regard his offspring as equal to my brothers in male lineage and to teach them this art-if they desire to learn it-without fee and covenant; to give a share of precepts and oral instruction and all the other learning of my sons and to the sons of him who instructed me and to pupils who have signed the covenant and have taken an oath according to medical law, but to no one else. Memprlakukan guru yang mengajarkan ilmu (kedokteran) ini kepada saya seperti orangtua saya sendiri dan menjalankan hidup ini bermitra dengannya, dan apabila ia membutuhkan uang, saya akan memberikan, dan menganggap keturunannya seperti saudara saya sendiri dan akan mengajarkan kepada mereka ilmu ini bila mereka berkehendak, tanpa biaya atau perjanjian, memberikan persepsi dan instruksi saya dalam pembelajaran kepada anak saya dan anak guru saya, dan murid-murid yang sudah membuat perjanjian dan mengucapkan sumpah ini sesuai dengan hukum kedokteran, dan tidak kepada orang lain).
  1. I will use treatment to help the sick according to my ability and judgment, but never with a view to injury and wrongdoing. neither will I administer a poison to anybody when asked to do so, not will I suggest such a course. (Saya akan menggunakan pengobatan untuk menolong orang sakit sesuai kemampuan dan penilaian saya, tetapi tidak akan pernah untuk mencelakai atau berbuat salah dengan sengaja). Tidak akan saya memberikan racun kepada siapa pun bila diminta dan juga tak akan saya sarankan hal seperti itu).
  1. Similarly I will not give to a woman a pessary to cause an abortion. But I will keep pure and holy both my life and my art. I will not use the knife, not even, verily, on sufferers from stone, but I will give place to such as are craftsmen therein. (Juga saya tidak akan memberikan wanita “pesarium” untuk menggugurkan kandungannya, dan saya akan memegang teguh kemurnian dan kesucian hidup saya maupun ilmu saya. Saya tak akan menggunakan pisau, bahkan pada penderita batu, akan tetapi saya akan menyerahkan kepada ahlinya).
  1. Into whatsoever houses I enter, I will enter to help the sick, and I will abstain from all intentional wrongdoing and harm, especially from abusing the bodies of man or woman, slave or free.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 25 times, 1 visits today)

REKOMENDASI