Istri Mau Rujuk Asal Diberi Hadiah

pernikahan

Ustadz, saya ingin bertanya tentang talak dan rujuk. Dalam setahun ke belakang, kami selalu cekcok urusan rumah tangga. Istri saya menggugat cerai ke pengadilan agama. Saya anggap alasannya kurang relevan sehingga tidak saya terima. Tetapi, pengadilan memutuskan bahwa kami bercerai. Kemudian, kami ingin rujuk. Pertanyaan saya ada tiga. Pertama, istri saya mau rujuk tapi mengajukan syarat hadiah berupa materi yang belum sanggup saya penuhi. Bagaimana hukumnya? Kedua, dalam masa iddah kami sudah satu rumah. Apakah itu termasuk rujuk? Ketiga, apakah benar dalam kasus gugat cerai tidak ada atau tidak bisa rujuk?

 

Dalam persidangan gugat cerai, bila suami tidak datang, maka bisa dianggap setuju. Karena itu, bila istri melayangkan gugatan cerai ke pengadilan, suami harus hadir saat persidangan berlangsung. Biasanya, bila sudah dua kali suami tidak datang, maka pengadilan akan langsung mengambil keputusan di kali ketiga dan menganggap suami setuju. Sehingga, ada baiknya kita tertib administrasi dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku bila tidak ingin menyesal dikemudian hari.

iklan donasi pustaka2

Perlu diingat bagi kaum wanita bahwa ada hadis yang berbunyi, “Wanita mana yang meminta perceraian dari suaminya tanpa alasan yang jelas, maka haram baginya aroma surga.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, al-Hakim, al-Baihaqi, dari sahabat Tsaubân). Jadi, bila kaum wanita ingin mengajukan gugat cerai ke pengadilan itu harus disertai alasan yang kuat dan faktual.

Untuk pertanyaan pertama, tentunya syarat material seperti itu sangat tidak baik karena bisa merusak niat baik pasangan dalam memulai hubungan yang lebih baik.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

(Visited 36 times, 1 visits today)

REKOMENDASI