Biarkan Aku Hidup,Sebab Bukan Engkau Yang Memelihara Tapi Dia

Oleh: Sasa Esa Agustiana*

Teh Sasa, saya mau bertanya, boleh tidak menggugurkan kehamilan, karena belum siap?  Saya baru nikah satu setengah bulan, boleh tidak minum obat terlambat datang bulan, dosa tidak?.

alquran muasir

Demikian sepenggal curhatan calon ibu muda yang masuk ke HP penulis beberapa waktu lalu. Wajar, setiap pasangan nikah  menghadapi beragam situasi keinginan.  Ada yang ingin menunda kehamilan terlebih dahulu karena suatu alasan tertentu, atau  tidak ingin hamil karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan. Ada yang ingin hamil dalam waktu sesegera mungkin dengan menempuh berbagai usaha untuk dapat hamil.

Ingatlah bahwa pada prinsipnya setiap kehamilan ibu, adalah sebuah rangkaian  titipan awal kehidupan janin  dari Allah Swt.,  sehingga apabila ibu dan janin dalam kondisi sehat,  tidak menjadi alasan untuk mengaborsi kehamilan tersebut. Dalam firman-Nya berikut mengingatkan dan menjelaskan asal  kehidupan manusia , bahwa Dialah yang menciptakan:

“Itulah (Allah) Yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya, dan Dia memulai kejadian manusia dari tanah.  Kemudian Dia menjadikan keturunan manusia dari air mani yang hina, Kemudian Dia menyempurnakannya dan  meniupkan kepadanya ruhNya dan Dia menjadikan untuk kamu pendengaran, penglihatan dan hati.  Sedikit sekali kamu bersyukur”  (Q.S. As-Sajdah [32]  : 6-9)

kalender

Suami dan istri  dilarang menggugurkan kehamilan, atau tidak ingin hamil,  karena ada rasa khawatir  yang tidak beralasan, misalkan karena adanya anak menjadi penyebab  ketiadaan rezeki  kelak

“…Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi  rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak diantaranya maupun yang tersembunyi dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar.  Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya”  (Q.S. Al-An’am [128] :151)

“Dan janganlah kamu membunuh  anak-anakmu karena takut kemiskinan.  Kamilah yang akan memberi  rezeki kepada mereka dan juga kepadamu.  Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.”  (Q.S. Al-Isra [282] : 31). Dalam hadist riwayat Muslim, menerangkan salah satu dosa besar adalah membunuh anak  karena kamu takut akan memberi  makan  kepadanya.

Sebenarnya menurut  kedokteran, abortus adalah keguguran  yang tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya, alamiah terjadi disebabkan kehamilan  yang kurang sehat,  umumnya ada  kelainan genetik,  janin meninggal dalam rahim atau infeksi berat  pada ibu.Apabila ada unsur  kesengajaan di dalamnya, disebut  Abortus Provokatus. Terdiri dari dua jenis:

Pertama,  Abortus Criminalis, yaitu usaha menghilangkan kehamilan bukan karena alasan kesehatan  ibu dan janin, tapi murni unsur kriminal sengaja membunuh janin,   hal ini, sejalan dengan bahasa sehari-hari  bahwa aborsi konotasinya negatif, sebagai pengguguran kandungan yang dilakukan secara sengaja. Hal ini diharamkan dilakukan.

Kedua, Abortus Medicamentosa,  diambil tindakan aborsi dikarenakan hasil pemeriksaan ahli medis ditemukan penyebab bahwa  kehamilan tersebut akan membahayakan  nyawa ibu. Hal ini tidak haram dilakukan, dengan prioritas menyelamatkan kedua-duanya, atau salah satunya.

Berikutnya perlu kesadaran,  bahwa salah satu fungsi menikah adalah upaya melahirkan generasi yang bertaqwa (Q.S. 25: 74).  Setiap pasangan perlu mempersiapkan diri  bertanggung jawab sebagai orang tua, antara lain beberapa hadist menerangkan.

Memberi nama yang baik dan memberi  fasilitas dan lingkungan pendidikan yang baik, “Diantara kewajiban orang tua terhadap anak, hendaklah mendidiknya dengan baik dan membaguskan namanya.”  (H.R. Baihaqi).

Membiasakan shalat dari kecil, “Perintahkan anak-anakmu supaya mengerjakan shalat sedang mereka berumur tujuh tahun dan pukullah mereka (jika tidak mengerjakan shalat) sedang mereka berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.”  (H.R. Abu Daud).

Mengajarkan cinta pada nabi, keluarga dan Al-Qur’an, “Didiklah anak-anakmu dengan tiga macam, mencintai nabimu, mencintai ahli baitnya (keluarganya) dan membaca Al-Qur’an.” (H.R. Thabrani).

Mempersiapkan anak  menghadapi tantangan di zamannya  , Ali bin Abi Thalib berkata, “Ajarilah anak-anakmu, maka sesungguhnya mereka diciptakan untuk suatu zaman yang bukan zaman kamu.”

Melatih fisik  motorik  anak, “Ajarilah anak-anakmu berenang, memanah dan perintahkanlah mereka agar mereka dapat meloncat ke punggung kuda dengan baik.”  (H.R. Baihaqi)

Memberikan kasih sayang pada anak, Dari Aisyah r.a. berkata:  telah datang seorang Arab Badui kepada nabi saw., maka sabdanya:  “Apakah kamu suka mencium anakmu? Jawabnya:  Tidak! Nabi bersabda: atau aku kuasakan agar Allah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu.” (H.R. Bukhari)

Maka, pesan saya pada ibu muda hamba Allah, bahwa kesiapan untuk menjadi seorang ibu bisa dipelajari dan dipersiapkan dari sekarang, bila menunggu-nunggu ‘kata siap’ maka waktunya relatif.  Segeralah  mengunjungi  dokter ahli kandungan (gynaecolog), konsultasikan  kehamilan dan obat selama hamil dengan seijin dokter kandungan.

Doa saya, semoga yang terbaik yang ibu dapatkan dari Allah swt., sekiranya dinyatakan positif hamil maka ‘berikanlah hidup pada janin tersebut’, semoga ia kelak ia menjadi  imam bagi orang-orang yang bertaqwa dan menjadi jariah kebaikan untuk kedua orang tuanya. Aamiin. Wallahu’alam. [ ]

 

*Penulis adalah ibu rumah tangga, pegiat dakwah dan penulis buku.

 

Editor: Iman

Ilustrasi foto: wikimedia common

 

Bagi Sobat Mapi  punya hobi menulis dan ingin karya tulis Anda dimuat di MapiOnline.com? Kirimkan tulisan anda ke email: redaksi@mapionline.com.  Jadilah pejuang dakwah melalui tulisan-tulisan yang inspiratif,motivatif dan edukatif serta penyebar amal saleh. Bergabunglah bersama ribuan pembaca dalam menebar kebaikan. Info lengkapnya di sini

 

 

 

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah