Sampai Kapan Israel Menjajah Palestina ? Sampai Umat Islam Bersatu Membebaskannya

Oleh: Abdullah Suparman*

 KTT OKI yang berlangsung 6 – 7 Maret 2016 di Jakarta lalu sedikit memberi harapan bagi dunia Islam .Pasalnya konferensi  dihadiri 500 delegasi dari 49 negara. Konferensi juga akan dihadiri delegasi tiga negara pengamat, empat anggota “kuartet” kelompok negosiasi perdamaian Palestina-Israel (Rusia, Amerika Serikat, PBB, Uni Eropa), dan Dewan Keamanan PBB menghasilkan apa yang disebut “ deklarasi” yang intinya adanya dukungan penuh untuk kemerdekaan Palestina dari penjajah Israel. Harapan tersebut dipertegas dengan pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyerukan untuk memboikot produk-produk Israel. Meski pernyataan ini dikemudian hari pernyataan tersebut diralat.

alquran muasir

Setidaknya dari KTT OKI tersebut telah membuka mata dunia bahwa hingga saat ini masih ada negera yang belum merdeka yakni Palestina. Selain itu rakyat dunia menjadi tahu bahwa ada “negara” yang tidak mempunyai harga diri namun ingin diakui sebagai Negara,padahal mereka ada penjajah yakni Israel. Namun bukan hanya Negara OKI yang mendudukan perjuangan rakyat Palestina,melainkan muslim di seluruh dunia. Mendukung perjuangan para mujahid di Palestina merupakan sikap sejati muslim yang semata-mata lahir dari keimanan dan ketakwaan. Terlebih, Hamas memiliki tujuan jelas: membebaskan diri dari penjajahan. Selain menguasai Palestina seutuhnya, misi utama Israel adalah menghancurkan Islam dengan cara memecah belah negara-negara muslim.

Fenomena Hamas

Tidak ada jalan, tidak ada harapan, dan tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan penjajahan Zionis Israel selain melakukan perlawanan atas nama-Nya. Paling tidak, tindakan ini untuk menunjukkan sikap bahwa kaum muslimin tidak lemah dan bukan pengecut.

kalender

Pada 1978, seorang guru bernama Syekh Ahmad Yassin mendirikan organisasi Mujama al-Islami. Sebuah organisasi yang berpijak pada Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hasan Al-Banna di Mesir. Kala itu, pemerintah Israel sangat menyokong karena organisasi ini hanya berkutat di bidang sosial, moral, dan pendidikan. Tel Aviv bahkan memanfaatkannya untuk menyaingi kepopuleran PLO (organisasi pembebasan Palestina) pimpinan Yasser Arafat.

ahed_tamimi for palestina

Dalam perjalanannya, Mujama al-Islami berubah. Yang semula hanya sebagai organisasi sosial, lambat laun berubah menjadi organisasi bersenjata, mempersiapkan kader-kader yang akan menyelamatkan Palestina. Pada 14 Desember 1987, disebabkan semakin merajalelanya kesewenangan Israel, Yassin memproklamasikan pendirian Harakat Muqawwam al-Islamiya, yang berarti Gerakan Perlawanan Islam. Gerakan ini kemudian lebih dikenal dengan sebutan Hamas.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah