Meniti Jalan yang Lurus, Begini Caranya

Oleh: Ustadz Abdurahim Dany*

Tetap berada di jalan yang lurus (shiratal mustaqim) adalah salah satu doa yang senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Swt setiap harinya. Permohonan tersebut setidaknya kita panjatkan 17 kali khususnya dalam shalat wajib yang kita dirikan karena permohonan ini adalah dalam Surat Al-Fathihah  yang wajib kita baca dalam setiap rakaatnya.

alquran muasir

“(Ya Allah). Tunjukilah kami jalan yang lurus (shiratal mustaqim), yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat “ (QS.Al Fatihah: 6-7).

Itu baru lewat shalat wajib saja,belum lagi jika ditambah dengan shalat sunnah atau tilawah harian maka akan kita lakukan permohonan jalan yang lurus tersebut ada puluhan bahkan ratusan kali. Sungguh saudaraku yang di rahmati Allah, jika kita sadari maka nikmat berada di atas shiratal mustaqim adalah nikmat yang agung bagi seorang hamba. Kesadaran diatas karunia dan anugerah ini harus senantiasa kita syukuri.

Nikmat hidayah berada di jalan yang lurus (shiratal mustaqim) adalah nikmat yang besar bagi seseorang. Sebab tidak semua orang oleh Allah beri nikmat yang mulia ini. Nikmat ini hanya Allah berikan kepada orang-orang yang Allah kehendaki. Yang dimaksud hidayah dalam ayat ini mencakup dua makna, yaitu hidayah untuk mendapat petunjuk shiratal mustaqim dan hidayah untuk tetap istiqomah dalam meniti di atas shiratal mustaqim tersebut.

kalender

Lalu bagaimana agar kita senantiasa berada dijalan yang lurus tersebut sebagai sebuah karunia Allah ? Setidaknya ada tiga cara agar karunia tersebut tetap ada pada diri kita hingga akhir hayat nanti, yaitu:

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah