Bolehkah Berkurban untuk Laksanakan Niat Orangtua yang Sudah Meninggal?

kurban, kambing

Pak Aam, almarhum Ibu saya dulu ingin sekali untuk berkurban, tetapi sampai meningggal beliau belum bisa melaksanakannya.  Bila sekarang saya menggantikannya dengan berkurban tapi untuk ibu saya, apakah itu diperbolehkan? Bagaimana hukumnya Pak Ustadz?

 

 

Ibu yang dirahmati Allah. Setiap niat baik dan amal soleh kita akan dicatat Allah SWT sesuai niatnya, sekalipun kita belum bisa melaksanakannya. Kalau orangtua kita berniat apapun, walaupun beliau belum bisa melaksanakannya, itu sudah dicatat sebagai satu amal soleh.

alquran muasir

Jadi, baru niat baik saja sudah tercatat amal baiknya. Sekarang, kita punya kemampuan ingin melaksanakan niat baik orangtua kita tetapi karena kurban merupakan ibadah ritual, maka kita tidak perlu menggantikannya. Cukup kita sendiri yang berkurban sehingga orangtua Anda sudah terpenuhi niat baiknya.

[irp posts=”3674" name=”Kurban Saat Tepat Ajarkan Makna Cinta dan Ketaatan Pada Allah.”]

Kewajiban kita sebagai anak terhadap orangtua yang sudah wafat itu ada empat. Pertama, jangan pernah lelah untuk terus mendoakannya. Jangan pernah bosan untuk mendoakannya, sebagaimana orangtua kita tidak pernah lelah mendoakan kita. Setiap salat, setiap ba’da salat, kita doakan mereka.

kalender

“Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orantuaku dan berilah kasih sayang kepada keduanya sebagaimana keduanya mengasuhku sejak kecil.”

Bakti kita kepada orangtua yang sudah wafat adalah mendoakannya. Kedua, meneruskan kebiasaan baiknya. Coba perhatikan orangtua kita, apakah punya kebiasaan baik? Kalau memang orangtua memiliki kebiasaan baik, silahkan teruskan. Misalnya orangtua kita punya kebiasaan rutin shalat Tahajud, maka silahkan teruskan kebiasaan baiknya.

Orangtua kita kalau ada rezeki suka berbagi pada saudara-saudara yang kurang mampu, silahkan lakukan itu. Itulah bakti kita kepada orangtua yang sudah wafat.

Ketiga, adalah mewujudkan cita-cita baiknya. Cita-cita baiknya ini bukan kaitannya dengan ritual, tetapi berkaitan dengan ibadah sosial. Contohnya orangtua Anda mengatakan, kalau memiliki rezeki beliau ingin mengganti karpet mesjid yang sudah rusak itu dengan yang baru. Hal itu merupakan ibadah yang dinikmati oleh oranglain, maka kalau kita ada rezeki harus diwujudkan.

[i[irp posts=”3667" name=”Ingin Berkurban Tapi Uang Tidak Cukup,Bolehkah Buat Sedekah Saja ?”]p>

Namun, kalau kurban itu masalahnya merupakan ibadah mahdhah, ibadah ritual. Kalau itu dengan niatnya saja sudah tercukupi. Jadi, ibadah itu ada dua, ada ibadah yaitu ibadah yang sudah diatur waktu dan tempatnya. Misalnya kurban yang sudah diatur waktunya yaitu dilaksanakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah. Kita tidak boleh sembarang berkurban selain pada bulan Dzulhijjah, itu pun terikat di tanggal 10-13.

Oleh karena itu, kurban dapat dikatakan sebagai ibadah ritual atau ibadah mahdhah. Sementara memperbaiki madrasah, mewakafkan tanah, itu merupakan ibadah sosial. Kalau orangtua kita mempunyai cita-cita baik yang berkaitan dengan sosial, sebaiknya kita mewujudkannya.

Keempat, adalah bersilaturahmi, dengan saudara-saudara dan teman-teman.walaupun pertanyaan Anda seputar tentang orang tua yang berniat kurban. Apakah saya harus mewujudkannya? Saya tadi sudah jawab, dengan tadi beliau berniat, walaupun sampai meninggalnya belum sempat berkurban, itu sudah tercatatat amal kurbannya.

Nah, sekarang Anda sebagai anak, tinggal melakukan saja 4 hal berikut: selalu mendoakannya, meneruskan kebiasaan baiknya atau amal salehnya, mewujudkan cita-cita baiknya, dan bersilaturahmi dengan saudara-saudara serta teman.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah