Sesungguhnya Wanita Itu Pemberani, Ini Buktinya

Adanya ketakutan telah lama dianggap sebagai bagian dari sifat feminim yang wajar yang dimiliki wanita. Bentuk ketakutan seorang wanita bisa dipahami seperti takut pada kecoak,tikus,gelap ,kesendirian dan sebagainya. Sebaliknya sosok seorang pria digambarkan sebagai pemilik sifat maskulin seperti pemberani, mandiri,dominan,pemimpin,aktif ,agresif dan sebagainya.

Kenyataan demikian memang tak dapat dipungkiri,namun jika ditengok lebih dalam ada beberapa aspek dan situasional dimana sosok wanita (muslimah) juga tidak kalah beraninya dengan kaum laki-laki. Berani disini tentu sesuatu yang bersifat positif atas apa yang mereka lakukan.  Ambil beberapa kisah bagaimana sosok para wanita di zaman Rasulullah Saw yang tidak tinggal diam dalam perkara dakwah bahkan dalam medan perang. Ada beberap kisah yang menunjukkan bahwa kaum muslimah saat itu bukan sosok yang lemah dan penakut, malah sebaliknya mereka adalah sosok pemberani dan tegas.  Sosok itu seperti:

alquran muasir
  1. Siti Khadijah.

Sebelum menikah dengan Muhammad (kelak menjadi Rasul),Khadijah adalah seorang pebisnis sukses mungkin kalau di zaman sekarang beliau akan dijuluki seorang milyader atau konglomerat. Begitu pun setelah menikah dengan Muhammad,bisnisnya semakin sukses dan tentunya hartanya pun semakin berlimpah. Namun ketika Muhammad diangkat oleh Allah Swt sebagai Rasul beberapa relasi bisnisnya mulai menjaga jarak. Meski begitu Khadijah tidak gentar akan kehilangan peluang bisnis bahkan ketika Rasulullah Muhammad Saw mulai menjalankan dakwahnya,ia seratus persen mendukungnya dengan jiwa dan hartanya. Khadijah tidak takut kehilangan hartanya untuk dakwah. Hartanya yang telah dikumpulkan selama puluhan tahun ia relakan digunakan di jalan Allah. Tentunya masih banyak lagi keberanian,ketegaran serta ketegasan Khadijah selama bersama Rasulullah Saw dalam membela dan memperjuangkan dinul Islam.

  1. Siti Aisyah.

Ia adalah putri dari seorang sahabat terkenal pemberani yakni Abu Bakar. Ketika menjadi istri Rasulullah Saw,keberanian Aisyah pun semakin bertambah dalam melawan kaum kafir baik diwaktu damai maupun disaat perang. Hal ini dapat kita baca dari hadis yang diriwayatkan dari Anas r.a, ia berkata:

Pada waktu perang Uhud orang-orang berlari di samping Rasulullah Saw. dan aku melihat Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim dengan cekatan,sehingga terlihat olehku gelang kakinya,menggendong beberapa girbah (tempayan berisi air) untuk diminumkan (kepasukan muslim),kemudian keduanya kembali memenuhi girbah-girbah itu untuk diminumkan lagi”. (HR.Bukhari Muslim).

kalender

Demikianlah dapat kita bayangkan bagaimana keberanian seorang wanita (Aisyah) di medan perang yang ganas,padahal usianya saat itu diperkirakan baru menginjak 11 tahun.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah