Pelukan Itu Akan Menjadi Energi Positif Baginya

Oleh: Ayat Priyatna Muhlis*

Suatu hari di Gua Hira, Muhammad Saw. tengah bertahannuts (berdiam diri sambil beribadah kepada Rabbnya). Beliau telah berhari-hari tinggal di sana untuk memanjatkan doa kepada Sang Pencipta. Ketika tiba saatnya bulan Ramadhan, tiba-tiba muncullah sesosok makhluk dalam wujud seorang laki-laki. Makhluk tersebut memeluk Muhammad, sambil berkata, “Iqra!” (Bacalah!). Kemudian beliau menjawab, “Ma ana biqira-in” (Saya tidak bisa membaca). Sosok tersebut mengulang kembali perintah yang sama yang dijawab sama pula oleh Muhammad. Hal tersebut berulang hingga tiga kali. Setelah itu, Muhammad dapat membaca kata-kata yang diajarkan sosok tersebut. Di kemudian hari, kata-kata itu menjadi wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Muhammad melalui Jibril, sosok laki-laki yang menemui Muhammad di Gua Hira.

alquran muasir

Sepulang dari gua Hira, Muhammad mencari Khadijah (istrinya) dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Ia gemetar ketakutan dan saat itu yang paling diinginkannya adalah kehangatan, ketenangan, dan kepercayaan dari orang yang dicintainya. Khadijah pun langsung menyelimuti Muhammad dan sambil memeluk, ia mendengarkan curahan hati sang suami tercinta. Khadijah pun kemudian menenangkan dan meyakinkan suaminya bahwa yang dialaminya bukanlah sesuatu yang menakutkan namun amanah yang akan sanggup ia jalankan, kelak di kemudian hari.

Mendengar ucapan istrinya yang begitu yakin membuat hati Muhammad tenang dan beliau merasa yakin bahwa dirinya baru saja diangkat menjadi Rasul. Dan setelah itu, Rasulullah selalu mendambakan pelukan hangat dari Khadijah setiap kali mendapatkan hambatan dakwah.

Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi stres. Tentu saja, pelukan di sini tidak harus antara suami dan istri ataupun pelukan yang mengikutsertakan gairah di dalamnya. Pelukan yang dimaksud di sini adalah pelukan yang dapat dilakukan pada dan oleh siapa saja dengan penuh kasih sayang, misalnya orangtua kepada anaknya, kakak kepada adiknya, kakek/nenek kepada cucunya, dan lain sebagainya. Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India mengatakan, “Sentuhan, walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun, bila dilakukan lebih dari itu, yaitu dengan “PELUKAN”, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya akan lebih tinggi.”

kalender

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah