Bolehkah Menikahi Mantan Menantu?

cincin kawin

Ustadz, saya sudah bercerai dengan istri dua tahun yang lalu. Usia pernikahan kami cukup lama namun kami tidak dikaruniai anak. Sekarang, mantan istri saya berhubungan dengan ayah saya. Seandainya mereka menikah, apakah pernikahan mereka sah? Mohon penjelasannya.

 

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya saya jelaskan bahwa kita sebagai laki-laki tidak diperbolehkan menikahi wanita yang pernah menjadi istri ayah kita (mantan ibu tiri). Perhatikan ayat berikut.

alquran muasir

“Janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, terkecuali kejadian pada masa lampau. Sesungguhnya, perbuatan itu sangat keji dan dibenci Allah, dan seburuk-buruk jalan yang ditempuh.” (Q.S. An-Nisā’ [4]: 22)

Karena menikahi mantan ibu tiri itu tidak diperbolehkan, maka mafhum mukhalafah atau kebalikannya, menikahi wanita yang pernah dinikahi anak juga tidak diperbolehkan.

Ada pun, menikahi mantan istri anak angkat itu diperbolehkan. Dan, kita juga diperbolehkan menikah dengan anak angkat karena proses adopsi tidak serta merta membuat anak yang bersangkutan menduduki posisi yang sama dengan anak kandung kita. Nasabnya tidak lantas dialamatkan kepada kita sebagai ayah angkatnya, tapi dia tetap bernasab kepada ayah biologis atau ayah kandungnya. Perhatikan keterangan berikut.

kalender

“…Kami menikahkanmu dengan Zainab agar orang mukmin tidak berkeberatan untuk menikahi bekas istri-istri anak-anak angkat mereka apabila anak-anak angkat itu telah bercerai dengan istrinya…” (Q.S. Al-Aĥzāb [33]: )

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh bukhari dijelaskan, “Kami tidak pernah memanggil Zaid bin Haritsah, namun Zaid bin Muhammad, sampai Allah menurunkan firmannya, ‘Panggillah anak angkat itu dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang adil di sisi Allah. Jika kamu tidak mengetahui bapak mereka, panggillah mereka sebagai saudara-saudaramu seagama dan maula-maula-mu. Kamu tidak berdosa jika khilaf tentang itu, tetapi yang menjadi dosa adalah apa yang disengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.’ (Q.S. Al-Aĥzāb [33]: 5)”

Perlu diketahui bahwa dulu Rasulullah Saw. memiliki anak angkat namanya Zaid. Masyarakat menyebutnya Zaid bin Muhammad. Padahal, nama ayahnya kandungnya adalah Haritsah. Sampai akhirnya Allah menurunkan ayat ke-5 surah Al-Aĥzāb tersebut.

Wallahu a’lam bishawab.

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment