2 Daerah Ini Sukses Terapkan Perda Bernuansa Syariah Tanpa Diskriminatif

PUI

Bagi sebagian kalangan ada anggapan bahkan tuduhan bawa peraturan bernuansa syariah khususnya peraturan daerah (Perda) bersifat diskriminatif dan sebagai upaya islamisasi dari penguasa atau kepala daerah yang muslim. Namun kenyataan bertolak belakang,justru sebaliknya perda-perda bernuansa syariah seperti perda anti miras,perda anti prostitusi,perda rokok dan sebagainya terbukti mampu menekan angka kriminalitas atau tindak kejahatan.

Selain itu perda-perda tersebut justru dapat membangun moralitas dan akhlak yang lebih baik. Hal tersebut setidaknya dapat dilihat di duan kota di wilayah Jawa Barat ini,yakni di Kabupaten Majalengka dan Kota Sukabumi. Seperti yang diungkapkan Dr.H. Karna Sobahi selaku Wakil Bupati Majalengka dan H.Achmad Fahmi,Sag selaku Wakil Walikota Sukabumi.

alquran muasir

Menurut Wakil Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi meyakini betul bahwa Peraturan Daerah (Perda) bernuansa syariah bukan merupakan diskriminasi. Bahkan, hal ini menimbulkan kenyamanan dan keamanan di lingkungan.

Sebagaimana yang diterapkan di Kota Sukabumi pada beberapa seperti Perda Kawasan Tanpa Asap Rokok, Perda tentang HIV/AIDS, Perda tentang Bebas Minuman Keras 0% alkohol, Perda Pendalaman Pendidikan Keagamaan, juga Moratorium UMKM dan Waralaba.

“Misalkan dengan Perda Pendalaman Keagamaan, salah satu penerapannya pelajar perempuan di Sukabumi dilarang mengenakan rok pendek. Semuanya harus memakai rok panjang sampai menutupi kaki,” ungkap usai Seminar Nasional dengan tema “Siyasah Syar’iyah Dalam Teori dan Apikasi” yang diselenggarakan PW Persatuan Umat Islam (PUI) Jabar akhir pekan lalu.

kalender

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah