Inilah 6 Etika Makan Minum yang Dicontohkan Rasulullah Saw

makanan

Makan dan minum merupakan salah satu aktivitas bersama yang bisa dilakukan sekeluarga.  Selain anggota keluarga, orang lain yang bisa makan dan minum di dalam rumah adalah tamu dan tetangga. Ada tamu yang diberi kebebasan untuk menikmati hidangan, ada pula yang harus melalui izin khusus atau undangan pribumi.

Anggota keluarga yang memiliki kebebasan untuk makan dan minum, antara lain tersurat dalam firman Allah Swt. berikut,

alquran muasir

Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki, di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki, di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya, atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian.” (Q.S. An-Nur 24: 61)

Berdasarkan ayat ini, anggota keluarga yang boleh makan dan minum tanpa dipersulit penghuni antara lain (1) anak, (2) saudara, (3) keponakan, dan (4) yang dipercaya memegang kunci sendiri. Pemegang kunci artinya telah mendapat persetujuan terlebih dahulu.  Namun demikian, anggota keluarga tersebut harus tetap meminta izin dan menyampaikan salam kepada pengghuni rumah. Perhatikan kelanjutan ayatnya,

Maka, apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

kalender

Dalam buku  Etika Perumahan & Wisata, karya H.U.Saifuddin, ASM, dijelaskan seluruh anggota keluarga yang makan dan minum hendaklah menaati etikanya, antara lain sebagai berikut :

1. Jangan mengejek suatu makanan

Mengejek makanan merupakan sikap negatif yang kurang baik. Walaupun sederhana, makanan tak sepatutnya diejek karena bisa jadi yang dianggap jelek baik menurut orang lain.

Hadits dari Abi Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah Saw. tidak pernah mengejek atau menyepelekan suatu makanan. Jika beliau senang, beliau memakannya dan jika tidak senang, beliau meninggalkannya. (H.R. Muttafaq ‘alaih no. 1210)

Senang atau tidak terhadap suatu makanan, sangat bergantung pada selera masing-masing. Oleh karena itu, tidak dibenarkan seseorang mengejek suatu makanan selama makanan itu halal.

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah