Taati 12 Rambu Ini agar Bisnis Anda Berkah

jabattangan

SEORANG teman pernah berseloroh bahwa pekerjaan yang sesuai dengan sunah Rasulullah adalah berdagang. Tentu saja, ini dikatakan dalam konteks menyemangati penulis untuk berwirausaha dan bukan dalam ruang pembahasan metodologi hadits. Sang teman berkesimpulan seperti itu semata hanya berkaca pada sirah nabi yang memang menceritakan Rasulullah Saw. sebagai seorang pedagang atau saudagar yang sukses. Penulis pun mulai merenung…

Memulai usaha adalah pilihan tepat di tengah kondisi tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dengan lowongan kerja yang tersedia di negeri ini. Namun demikain, berwirausaha kadang tidak semudah teorinya. Banyak sekali kendala yang kerap dihadapi wirausahawan pemula yang membuat semangat wirausahanya mengendur, bahkan surut sama sekali. Kalau sudah demikian, kadang kita pun menyalahkan kurangnya modal, strategi dan lokasi pemasaran yang kurang tepat, serta pesaing yang lebih leading. Mungkin, semua itu memang harus dipertimbangkan. Namun demikian, kita sebagai umat Islam tidak boleh lupa bahwa dalam berusaha juga harus disertai dengan etika.

alquran muasir

Sewaktu kuliah, penulis dicekoki teori etika bisnis yang merujuk pada sejumlah tokoh dari Barat. Tanpa bermaksud menafikan teori-teori tersebut, penulis merasa bahwa etika bisnis dalam Islam jauh lebih komprehensif dan patut diaplikasikan oleh wirausahawan muslim. Sekadar berbagi tanpa ada maksud menggurui, sejumlah etika yang harus diaplikasikan oleh wirausahawan muslim agar bisnisnya bukan hanya mendatangkan untung, tetapi juga berkah.

1. Luruskan niat. Ini adalah standar operasional ibadah yang harus sudah tertanam dalam diri setiap mukmin dalam menjalankan aktivitas apa pun, termasuk berbisnis. Niatkan usaha untuk menggapai ridha Allah (memenuhi kewajiban menafkahi anak dan istri) dan bukannya untuk menumpuk-numpuk harta dan kemewahan.

2. Amanah. Sebagai penjual, kita harus senantiasa bersikap jujur. Kita tidak boleh mengurangi timbangan. Kita juga tidak boleh mencampur barang dagangan yang berkualitas rendah dengan yang berkualitas tinggi dan menjualnya dengan harga yang sama atau mengatakan barang berkualitas super padahal bukan.

kalender

 

HALAMAN SELANJUTNYA…>>

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment