Apa Makna, Hukum, dan Fadhilah Bershalawat?

shalawat

“Secara bahasa, shalawat merupakan jamak dari kata shalat yang berarti doa. Sementara secara istilah, shalawat diartikan sebagai rahmat (jika datangnya dari Allah untuk Nabi), istighfar atau permohonan ampun (jika datangnya dari para malaikat), dan doa (jika datangnya dari orang-orang beriman). Dengan demikian, perintah shalawat yang ditujukan kepada kaum mukmin berarti mendoakan Nabi Muhammad Saw. agar senantiasa bertambah keagungan dan kemuliannya,” demikian yang ditulis oleh tim asatid Percikan Iman dalam makalah berjudul Menyingkap Keajaiban Shalawat.

Dalam makalah setebal 15 halaman tersebut disebutkan bahwa shalawat memiliki dua dimensi hukum, wajib dan sunah. Membaca shalawat memiliki hukum wajib bila dikaitkan dengan amaliah yang mengharuskan kita melafazkannya seperti dalam bacaan tasyahud. Sementara itu, jika shalawat dikaitkan dengan perwujudan cinta kasih kita kepada Rasul, maka ia bersifat wajib untuk kali pertama dan bersifat sunnah untuk kali selanjutnya.

alquran muasir

Lebih lanjut, tim asatid merumuskan lima manfaat shalawat bagi yang beristiqamah mengamalkannya. Kelima manfaat tersebut adalah :
1. Mendapatkan Rahmat Allah Swt.
2. Akan mendapatkan balasan shalawat dari para malaikat.
3. Derajatnya akan diangkat di sisi Allah Swt.
4. Akan mendapatkan syafaat.
5. Akan dimudahkan jalannya ke surga.

Dalam Islam, tak satu ibadahpun diajarkan tanpa ada keutamaan atau fadhilah di dalamnya. Demikian pula halnya dengan perintah ber-shalawat. Paling tidak ada empat keutamaan yang akan kita dapatkan apabila kita istiqamah melafazkan shalawat.

Pertama, menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah Saw. Cinta dapat tumbuh kalau kita berusaha untuk menumbuhkannya. Demikian pula halnya dengan rasa cinta kepada Rasulullah Saw. yang hanya akan tumbuh bila dibarengi dengan usaha. Selain dengan membaca sirah (kisah) perjuangan Nabi Saw. dalam menegakkan kalimat Islam, men-dawam-kan shalawat merupakan salah satu cara menumbuhkan benih cinta kepada Rasulullah Saw. Dalam Al-Quran disebutkan,

kalender

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Ali Imran [3]: 31)

Kedua, menjadi syarat terkabulnya doa. Shalawat seorang mukmin kepada Rasulullah Saw. dapat mendatangkan shalawat dari Allah sepuluh kali. Shalawat dari Allah dapat diinterpretasikan dalam berbagai kebaikan dan rahmat-Nya. Kebaikan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang istimewa adalah dikabulkannya doa. Perhatikan keterangan berikut.

“Apabila kalian mendengar seorang muazin melantunkan azan, maka ucapkanlah apa yang diucapkan muzin itu, kemudian bershalawatlah kepadaku, karena sesungguhnya siapa saja yang shalawat kepadaku, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (H.R. Muslim)

Ketiga, menghapuskan dosa. Kelanjutan dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tersebut di atas menyebutkan tentang syafaat Rasulullah Saw.

“Kemudian sesudah itu, mohonlah kepada Allah wasilah untukku, karena wasilah itu merupakan kedudukan yang paling tinggi dalam surga. Dia tidak dapat diperoleh, kecuali oleh seorang saja dari hamba-hamba Allah. Aku berharap, semoga akulah yang mendapatkan kedudukan itu. Karena itu, barangsiapa memohonkan wasilah untukku, wajiblah baginya syafaatku.” (H.R. Muslim)

Dan yang keempat, shalawat dapat melunakkan hati. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi, Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa “Termasuk beku hati seseorang jika namaku disebut di hadapannya, ia tidak mau bershalawat kepadaku.”

Semoga empat fadhilah tersebut di atas dapat membuat kita semakin istiqamah dalam memanjatkan shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Amin. [Muslik]

FacebookTwitterGoogle+WhatsAppLineGoogle GmailTelegramPinterestYahoo MessengerYuk, Bagikan agar Menjadi Amal Jariah

Leave a Comment